Zulkifli: Pancasila Sepertinya Sudah Tidak Dihiraukan Lagi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kejadian-kejadian pelecehan terhadap Lambang Negara, peringatan bagi bangsa Indonesia.

    Kejadian-kejadian pelecehan terhadap Lambang Negara, peringatan bagi bangsa Indonesia.

    INFO MPR - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan saat ini Pancasila sepertinya sudah tidak dihiraukan lagi.  Pemahaman nilai-nilai luhur bangsa menjadi tidak menarik untuk dipelajari dan diamalkan.

    "Kondisi seperti ini pula yang membuat terjadinya kasus seorang artis yang mengolok-olok Pancasila sebagai simbol negara yang sangat dihormati seluruh bangsa Indonesia," kata Zulkifli saat memberikan pesan moral dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di gedung Pemda Provinsi kota Bengkulu, Selasa, 19 April 2016. Acara ini diikuti sekitar 300 peserta dari kalangan birokrat Pemprov Bengkulu dan perwakilan mahasiwa.

    Zulkifli melihat kejadian-kejadian pelecehan terhadap Lambang Negara sebagai peringatan atau lampu merah bagi bangsa ini agar semua kembali memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa. "Bagaimana bisa seorang anak bangsa mengolok-olok simbol negara, itu sangat memprihatinkan,” ucapnya.

    Itulah sebabnya, menurut dia,  Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, menjadi sangat penting dilakukan MPR RI.

    Namun, kata Zulkifli, untuk melakukan sosialisasi tersebut, MPR tidak bisa sendirian. Pemahaman nilai-nilai luhur bangsa membutuhkan kerja sama dan peran aktif seluruh elemen masyarakat tanpa kecuali. "Kesadaran dari dalam diri akan pentingnya nilai-nilai luhur bangsa akan membangkitkan karakter bangsa yang sesungguhnya yang cinta pada negara dan bangsa," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.