Lumpur Bojonegoro Keluarkan Gas Beracun, Warga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga mengamati semburan lumpur bercampur gas yang muncul di sebuah waduk di Desa Metatu, Kec. Benjeng, Kab. Gresik, Jatim, Rabu (14/11). ANTARA/M Risyal Hidayat

    Sejumlah warga mengamati semburan lumpur bercampur gas yang muncul di sebuah waduk di Desa Metatu, Kec. Benjeng, Kab. Gresik, Jatim, Rabu (14/11). ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluarkan imbauan ke masyarakat agar tidak mendekati areal semburan lumpur di Desa Jari, Kecamatan Gondang karena mengandung gas beracun. Imbauan resmi dikeluarkan Dinas Energi Sumber Daya Mineral  Bojonegoro, Selasa, 19 April 2016, dua pekan sejak lumpur menyembur pada Kamis, 7 April 2016.

    Imbauan itu berdasarkan kajian dari tim Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang pekan lalu meneliti areal semburan. Hasilnya, di sekitar semburan lumpur terdapat gas beracun H2S (Hydrogen Sulfide). ”Kami imbau warga tidak dekat-dekat di sekitar lumpur,” ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Bojonegoro Agus Supriyanto.

    Sebagai rambu peringatan, petugas membentangkan tiga spanduk imbauan di tiga titik desa. Imbauan dalam spanduk itu berbunyi, “Masyarakat tidak boleh berdekatan dengan lumpur. Karena ada kandungan gas berbahaya.”

    Lumpur abu-abu masih terus menyembur di enam titik. Dua di antaranya sudah mulai berhenti. Semburan lumpur juga disertai gelembung dan bau menyengat seperti belerang. Oleh perangkat desa, di sekitar semburan yang kini melebar dan berdiameter sekitar lima meter, dibuatkan saluran untuk mengalirkan ke sungai.

    Meski sudah ada imbauan agar tidak mendekat, pengunjung tetap saja mengambil jarak hanya beberapa meter dari semburan. Mereka datang dari kecamatan-kecamatan di sekitar Gondang. “Pengunjungnya masih cukup banyak,” ujar Kepala Desa Jari Sri Hamto.

    Badan Lingkungan Hidup Bojonegoro mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat di sekitar lokasi semburan berhati-hati. Warga dilarang menyalakan api, rokok dan sejenisnya di radius sekitar 3-5 meter dari titik semburan. Di lokasi juga telah dipasangi garis polisi.

    SUJATMIKO

    BERITA MENARIK
    Mempercantik Bibir dengan Selotip Bening
    SNSD Menangis di Panggung Phantasia Jakarta, Mengapa?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.