Wakil Ketua DPRD Maluku Utara Jadi Tersangka Penganiayaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • best-of-web.com

    best-of-web.com

    TEMPO.COTernate - Kepolisian Resor Ternate menetapkan Ishak Naser sebagai tersangka kasus penganiayaan. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku Utara itu menganiaya Irfan, pengurus Partai NasDem Maluku Utara.

    “Saat ini kami sedang mengagendakan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan sebagai tersangka,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Ternate Ajun Komisaris Moch. Arinta Fauzi saat dihubungi Tempo, Selasa, 19 April 2016.

    Menurut Arinta, penetapan tersangka terhadap Ishak Naser sudah dilakukan Jumat pekan lalu. Ishak dijadikan tersangka setelah polisi memeriksa lima orang saksi. Polisi juga sudah meminta keterangan Irfan sebagai korban. Selain itu, polisi telah mengantongi sejumlah barang bukti berkaitan dengan kasus penganiayaan itu.

    Arinta menjelaskan, Ishak dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP. Ancaman hukumannya dua tahun delapan bulan penjara. Ishak belum bisa dimintai konfirmasi. Telepon selulernya tidak diangkat. Pertanyaan yang dikirim Tempo melalui pesan pendek juga tak kunjung mendapat jawaban.

    Penganiayaan itu terjadi pada Jumat, 1 April 2016, sekitar pukul 19.00 WIT. Saat itu pengurus Partai NasDem sedang menggelar rapat. Ishak diduga melakukan penganiayaan lantaran berbeda pandangan politik dengan Irfan ihwal penjaringan calon Bupati Pulau Morotai dan Halmahera Tengah. Akibat penganiayaan tersebut, Irfan mengalami luka sobek di bagian belakang kepala akibat terbentur tembok dan luka memar akibat pukulan benda tumpul.

    BUDHY NURGIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.