Usai Samadikun, Jaksa Agung Klaim Ketahui Posisi Buron Lain  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung M Prasetyo bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono memberikan keterangan kepada media  usai penandatanganan Eksekusi Barang Rampasan di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, 16 Maret 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Jaksa Agung M Prasetyo bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono memberikan keterangan kepada media usai penandatanganan Eksekusi Barang Rampasan di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, 16 Maret 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengklaim Kejaksaan Agung mengetahui keberadaan sejumlah buron kasus korupsi Indonesia yang kabur ke luar negeri. Menurut dia, para buron tersebut masih berada di sekitar wilayah Asia. 

    Kendati demikian, Prasetyo enggan menyebutkan secara pasti siapa saja yang ia maksud. "Mereka ini kan semuanya sudah divonis, sudah menyebar di mana-mana," katanya di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin, 18 April 2016. 

    Prasetyo menegaskan, Kejaksaan akan terus mengejar para buron tersebut. Pengejaran dilakukan oleh tim pemburu koruptor. "Kami akan cari terus dengan tim pemburu koruptor. Yang sudah berhasil ditemukan itu baru di mana tempatnya," ujarnya.

    Prasetyo mengatakan tidak adanya perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan sejumlah negara menjadi salah satu kendala tim pemburu mengejar para buron tersebut. "Apalagi ada beberapa daerah yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi," ujarnya.

    Pada Jumat lalu, Samadikun Hartono, salah satu buron kasus korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), ditangkap. Samadikun digulung Badan Intelijen Negara (BIN) di Cina setelah melarikan diri selama 13 tahun. Selain Samadikun, buron lain yang masih dikejar antara lain Joko Tjandra dan Eddy Tanzil. 

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.