Ini Foto Santoso Bakar Ikan Sogili Sambil Angkat Jempol  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur, Santoso alias Abu Wardah, di tempat persembunyiannya. Foto: Istimewa

    Pemimpin kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur, Santoso alias Abu Wardah, di tempat persembunyiannya. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti, mengatakan Santoso dan anak buahnya makin terdesak. Sebab, kelompok yang bersembunyi di hutan Poso, Sulawesi Tengah, itu kekurangan logistik.

    Badrodin mencontohkan dua anggota kelompok Santoso yang tertangkap tim gabungan operasi Tinombala saat hendak mencuri makanan di Kampung Baru, Desa Padalembara, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Jumat siang, 15 April 2016, karena kelaparan. “Mereka turun dari hutan mencari makanan,” katanya ketika dihubungi, Sabtu, 16 April 2016.

    BACA:

    Ternyata Buron Teroris Santoso Suka Selfie, Ini Foto-fotonya
    BNPT: Santoso Kian Terdesak, Hanya Ditemani 7 Orang
    Ini Kronologi 2 Anak Buah Santoso Dicokok Saat Turun Gunung

    Badrodin menjelaskan, kedua orang itu adalah Ibadurohman alias Ibad alias Amru dan Muhammad Sulaeman alias Sul alias Ifan. Saat ditangkap, kata dia, mereka berdua membawa bom dan senjata tajam. Selain itu, menurut Badrodin, malam seusai penangkapan dua teroris, petugas baku tembak dengan kelompok teroris.

    Ini foto Santoso bersama Ibad yang diperoleh Tempo. Saat itu Ibad belum tertangkap dan tengah sakit di tengah hutan:

    Sayang, ujar dia, karena medan yang sulit dan baku tembak terjadi pada malam hari, teroris itu tidak tertangkap. “Agak sulit mengejarnya,” katanya. “Kini, yang ditangkap sedang diperiksa di Poso.”

    Di hutan, kelompok Santoso menyembelih hewan-hewan yang mereka temukan. Di antaranya burung rangkong dan anoa. Mereka juga menangkap ikan sidat atau ikan sogili, ikan endemik di Poso, lalu membakarnya seperti di foto ini:

    HUSSEIN ABRI YUSUF | AMAR BURASE | AHMAD FAIZ | ANTONS

    BERITA MENARIK:
    Berapa Sebenarnya Korban Pembantaian Pasca G30S 1965?  
    Apa Beda Pilih Gubernur dengan Sepeda Motor? Ini Kata Ahok
    Sanusi Diajak Taufik Ketemu Aguan, Kata Pengacara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.