Diduga Menganiaya Tamara Bleszynski, Ini Kata Sobrat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaku penganiayaan Tamara Bleszynski, I Wayan Putra Wijaya alias Sobrat  bergegas meninggalkan Polsek Kuta Utara usai menjalani pemeriksaan, Bali, 18 April 2016. TEMPO/Bram Setiawan

    Pelaku penganiayaan Tamara Bleszynski, I Wayan Putra Wijaya alias Sobrat bergegas meninggalkan Polsek Kuta Utara usai menjalani pemeriksaan, Bali, 18 April 2016. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - I Wayan Putra Wijaya alias Sobrat, 40 tahun, yang diduga menganiaya artis Tamara Bleszynski, mendatangi Kepolisian Sektor Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Senin, 18 April 2016.

    Sobrat dilaporkan Tamara pada Kamis, 14 April 2016, karena menganiaya artis tersebut. Sobrat tiba di Polsek Kuta Utara dengan mengenakan kemeja bermotif batik cokelat dan celana panjang hitam pukul 13.00 Wita. Sobrat diperiksa pihak kepolisian mulai pukul 13.30 hingga 16.00 Wita.

    Setelah menjalani pemeriksaan, Sobrat langsung berjalan sangat cepat menghampiri sepeda motor Honda Scoopy putih bernomor polisi DK-8685-HJ miliknya yang diparkir sekitar 20 meter di seberang Polsek Kuta Utara. Saat ditemui awak media, Sobrat enggan berkomentar.

    "Sana, minta keterangan sama penyidik!" katanya sambil terus berjalan. "Masalah saya tetap baik-baik saja sama Tamara," ucapnya sambil menjalankan sepeda motornya.

    Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kuta Utara Inspektur Satu Zulkipli Ritonga menuturkan, saat diperiksa pertama kali, Sobrat masih berstatus saksi. "Setelah hasil pemeriksaan keluar, kami akan melakukan gelar perkara, tapi kami masih menunggu hasil visum," ujarnya.

    Zulkipli menjelaskan, saat menjalani pemeriksaan, Sobrat cukup kooperatif menjawab setiap pertanyaan penyidik. "Tapi masalah isi pemeriksaan belum bisa kami sampaikan," tuturnya.

    Menurut dia, saat ini pihaknya belum bisa memastikan akan kembali memanggil Tamara untuk memintai keterangan lagi. "Itu bergantung pada hasil pemeriksaan penyidik terhadap Sobrat," tuturnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.