Gambar Besar Terminal 3 Bandara Juanda Tengah Dirancang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perluasan Bandara Internasional Juanda Surabaya. ANTARA/Eric Ireng

    Perluasan Bandara Internasional Juanda Surabaya. ANTARA/Eric Ireng

    TEMPO.COSidoarjo - Pemerintah daerah Jawa Timur dan PT Angkasa Pura I tengah menyiapkan master plan atau rencana induk Terminal 3 Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur. Tiga pertemuan sudah berlangsung untuk upaya pembangunan Terminal 3 yang sudah digagas sejak tahun lalu. 

    "Dua bulan lalu dengan pemerintah pusat dan Dinas Perhubungan Jawa Timur," kata General Manager PT Angkasa Pura I Yuwono saat dihubungi, Senin, 18 April 2016. Yowono menjelaskan, selain Terminal 3, Angkasa Pura I akan membangun dua landasan pacu atau runway baru. Namun hingga kini pembangunannya belum bisa direalisasikan. “Sudah masuk dalam rencana induk,” katanya.

    Awal Januari lalu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo berharap proyek pembangunan Terminal 3 serta dua runway baru Bandara Internasional Juanda bisa dimulai pada triwulan III 2016. 

    Soekarwo meminta penyusunan rencana tata ruang dan wilayah serta izin penggunaan lahan terkait dengan perluasan Bandara Juanda segera diselesaikan.

    Rencana pembangunan Terminal 3 serta dua runway baru itu disiapkan dalam tiga tahap. Tahap pertama berupa pengesahan master plan, pembebasan lahan, reklamasi untuk runway 2, serta pembangunan runway 2. Tahap kedua berupa pengembangan Terminal, reklamasi untuk runway 3, pembangunan runway 3, serta aksesibilitas dari tol dan terminal.

    Tahap terakhir akan dilakukan pembangunan Terminal Ultimate dan infrastruktur penunjang Airport City. Khusus untuk Airport City, akan dibangun di atas lahan seluas 4.500 hektare. "Berdasarkan rencana, pembangunan Terminal 3 juga mendukung Airport City," ujar Yuwono.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.