Nono Sampono Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap Reklamasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nono Sampono. TEMPO/Subekti

    Nono Sampono. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta -  Presiden Direktur PT Kapuk Naga Indah Nono Sampono memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini, Senin, 18 April 2016. Nono didampingi kuasa hukumnya, Kresna Wasedanto. "Sebagai warga negara yang baik tentu saja menghadap panggilan KPK," kata Kresna di ruang tunggu tamu gedung KPK.

    Kresna mengatakan hari ini Nono dipanggil dalam kapasitasnya sebagai Presiden Direktur PT Kapuk Naga Indah, bukan sebagai anggota DPD. Besok, giliran bos Agung Sedayu Sugianto Kusuma alias Aguan yang akan diperiksa. "Besok Aguan diperiksa jam 10," kata dia.

    PT Kapuk Naga Indah adalah salah satu pengembang yang menggarap proyek reklamasi teluk Jakarta. Saat ini, proyek tersebut mandek sejak Komisi D DPRD DKI Jakarta M. Sanusi ditangkap KPK pada Maret 2016 lalu. 

    Lembaga antirasuah mencokok Sanusi yang diduga menerima suap dari pengembang untuk memuluskan Raperda reklamasi. Bersamaan dengan itu, KPK juga menangkap bos Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja yang diduga sebagai pemberi suap.

    Kini KPK membidik pengembang lain yang ikut menggarap proyek reklamasi itu. Ada dugaan PT Agung Sedayu ikut menyumbang suap melalui anak perusahaannya, PT Kapuk Naga Indah.

    "Saya tidak tahu mengenai hal itu," kata Kresna. Ia mengatakan bahwa kasus yang melibatkan PT Agung Podomoro Land tak ada sangkut pautnya dengan Agung Sedayu. "Kami kan beda manajemen."

    Kresna tak mau bicara mengenai pertemuan Geng STOP DPRD di rumah bos Agung Sedayu Sugianto Kusuma alias Aguan. Geng yang terdiri dari M. Sangaji, M. Taufik, Selamat Nurdin, dan Prasetyo Edi Marsudi itu dikabarkan pernah melakukan pertemuan dengan Aguan untuk membahas soal kontribusi 15 persen. "Kalau itu tanya Aguan saja," ucap dia.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.