Wakil Ketua MPR Fasilitasi Kadin Diskusi ke Presiden

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harus mampu bermitra dengan baik dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada sehingga peningkatan perekonomian rakyat bisa tercapai.

    Harus mampu bermitra dengan baik dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada sehingga peningkatan perekonomian rakyat bisa tercapai.

    INFO MPR - Sebagai wakil rakyat, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta menjadi jembatan bagi Dewan Pimpinan dan Pengurus Pusat serta perwakilan daerah-daerah Kadin Indonesia bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo, di Istana Presiden Republik Indonesia, Jakarta pada Jumat 15 April 2016. Pada pertemuan tersebut ada beberapa hal penting yang didiskusikan.

    Ketua Umum Kadin Eddy Ganefo menyampaikan kepada Presiden hasil Munas Kadin Indonesia pada 2015 kemudian visi dan misi Kadin Indonesia dengan  paradigma baru yang berorientasi kepada ekonomi kerakyatan sesuai perintah konstitusi Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945.

    Terkait usaha kecil, Presiden menjelaskan deregulasi harus terus menerus dibenahi. “Ada 42 ribu regulasi yang harus dipotong. Supaya kelancaran dunia usaha dan industri lebih cepat pemerintah tengah melakukan deregulasi ke-13 berkaitan dengan bidang UMKM," ungkap Presiden Joko Widodo.

    Presiden secara antusias mengungkapkan pengalamannya sebagai pengusaha sangat menyadari bahwa pengusaha khususnya UMKM sudah sangat bosan dengan masalah perijinan. “Sudah mengurusnya lama, dipalak lagi,” tutur Presiden. “Untuk itulah saya berpesan kepada Kadin agar berorientasi juga kepada pengembangan ekonomi daerah dan Kadin daerah harus terus bekerja mengembangkan ekonomi daerahnya.:

    Presiden memotivasi para pengurus Kadin untuk meningkatkan kemitraannya khususnya dengan pelaku UMKM dan memberdayakan daerah.Presiden Jokowi juga berpesan agar para pengusaha jangan hanya menitikberatkan pada fasilitas untuk mengembangkan usahanya. Kadin harus mampu bermitra dengan baik dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada sehingga peningkatan perekonomian rakyat bisa tercapai.

    Kadin Indonesia mendukung kebijakan yang diambil Presiden dengan berupaya menciptakan 1 juta pengusaha baru (Indonesia hanya 1,65 % pengusaha, idealnya 2 %). Berbagai upaya dilakukan seperti melakukan pembinaan-pembinaan kepada pengusaha kecil dan menengah, melakukan berbagai pelatihan seperti Goes to Campus kepada generasi muda agar termotivasi menjadi seorang pengusaha.

    Wakil Ketua MPR RI yang juga sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia  Oesman Sapta menyampaikan bahwa Kadin Indonesia yang diterima Presiden betul-betul merupakan asosiasi yang mampu bekerja bersama mendukung pemerintah karena sejalan dengan program untuk membangun perekonomian bangsa. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.