Simpatisan PPP Djan Faridz Tewas Dilempar Mercon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pembunuhan. Tempo/Indra Fauzi

    ilustrasi pembunuhan. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Sleman - Pengerahan massa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz di Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta berbuntut panjang. Salah satu simpatisan dilempar mercon yang mengakibatkannya tewas seketika. Karena mercon bantingan itu meledak tepat di leher korban.

    Korban adalah Didin Suparyanto, 17 tahun, warga Dusun Bolawen, Desa Tlogoadi, Mlati, Sleman. Ia mengalami luka bakar di leher hingga dada akibat ledakan mercon yang berhulu ledak keras.

    "Ada ditemukan bekas mesiu di tubuh korban, diduga akibat ledakan mercon," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Sleman, Ajun Komisaris Sepuh Siregar, Minggu, 17 April 2016.

    Para simpatisan PPP menolak kepengurusan Romahurmuzy yang telah menggelar Muktamar Islah beberapa waktu lalu. Mereka mengadakan tabligh akbar di Lapangan Sendangadi, Mlati, Sleman, Minggu, 17 April 2016. Dihadiri oleh Djan dan jajaran pengurus pusat juga pengurus cabang dan wilayah. Tak ketinggalan Abraham Lunggana alias Haji Lulung dari Jakarta ikut hadir.

    Baca: Kubu Djan Faridz Tuding Menkumham Ikut Campur Urusan PPP

    Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 14.30 saat korban dan temannya sesama simpatisan PPP, Taufik Pulung Sunggoro, 21 tahun hendak pulang ke rumah setelah mengikuti tabligh akbar. Keduanya berboncengan naik sepeda motor dengan posisi Taufik berada di depan. Ketika lewat Jalan Kebonagung, Dusun Kronggahan, Desa Sendangadi, Mlati, kedua korban yang masih mengenakan atribut partai berpapasan dengan rombongan orang tidak dikenal menaiki sepeda motor.

    Menurut keterangan polisi, tiba-tiba, salah satu dari rombongan melemparkan suatu benda ke arah motor korban, dan langsung meledak mengenai tubuh korban. Sedangkan Taufik melarikan diri namun dikejar dan terkena bacokan rombongan tak dikenal itu.

    "Jenazah dibawa ke rumah sakit Sardjito untuk keperluan otopsi, korban luka dibawa ke rumah sakit akademik Universitas Gadjah Mada," kata Sepuh.

    Ia menyatakan, polisi masih menyelidiki kasus lempar mercon yang menewaskan simpatisan PPP ini. Ia belum mau memastikan siapa para pelaku itu. Polisi masih mengumpulkan data dan keterangan saksi termasuk masih mengumpulkan rekaman kamera pengintai di setiap tempat yang dilintasi rombongan.

    "Kami masih di rumah duka, kami akan membantu polisi untuk mengejar para pelaku," kata Muflihun, salah satu rekan korban yang ikut dalam tabligh akbar.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.