RI Jajaki Patroli Bersama Malaysia dan Filipina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Wapres Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan sebelum bertolak ke Eropa, 17 April 2016. TEMPO/Amirullah

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Wapres Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan sebelum bertolak ke Eropa, 17 April 2016. TEMPO/Amirullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia menjajaki kerja sama pengamanan wilayah perairan dengan Malaysia dan Filipina terkait dengan aksi penyanderaan 14 anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok bersenjata di Filipina Selatan.

    Belum lagi sepuluh ABK WNI yang disandera akhir Maret lalu dibebaskan, kelompok bersenjata  kembali membajak dua kapal berbendera Indonesia pada Jumat pekan lalu. Satu orang ABK tertembak, lima selamat, dan empat diculik.

    "Pencegahan terjadinya lagi penyanderaan dengan menjaga lalu lintas, patroli bersama, antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina, dan bagaimana melindungi kapal-kapal kita," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu, 17 April 2016.

    Kalla mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan pihak Filipina untuk mengupayakan pembebasan para sandera.

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Joko Widodo telah memintanya untuk menjajaki kerja sama dengan Malaysia dan Filipina. "Itu daerahnya rute perdagangan kita bersama, apakah nanti dengan patroli bersama," kata Luhut, Minggu, 17 April 2016.

    Dia mengaku khawatir rute perdagangan itu akan menjadi seperti di Somalia, di mana perompak melakukan penyanderaan dengan motif ekonomi. "Saya takut kalau-kalau ini jadi daerah seperti Somalia, jadi tidak ada aspek politik murni," kata Luhut.

    Luhut mengatakan hingga kini pemerintah masih mengidentifikasi pelaku penyanderaan karena merasa tak yakin tindakan ini dilakukan kelompok Abu Sayyaf yang punya tujuan politik dalam aksinya. "Kami belum yakin betul apakah ini murni kelompok Abu Sayyaf atau sempalan-sempalannya," kata Luhut.

    Alasannya, dalam kasus penyanderaan WNI, kata Luhut, pemerintah melihat aspek ekonomi lebih menonjol ketimbang aspek politik.

    Jumat pekan lalu, pukul 18.31, kapal tunda TB Henry dan kapal tongkang Cristi dibajak di perairan perbatasan Malaysia-Filipina dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina, menuju Tarakan.

    Kapal membawa sepuluh ABK WNI. Satu ABK yang tertembak diselamatkan Polisi Maritim Malaysia. Korban kini dalam kondisi stabil. Adapun lima ABK lain yang selamat bersama kedua kapal dibawa Polisi Maritim Malaysia ke Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.