Tolak Berhubungan Intim, Suami Bunuh Istri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan pisau. Tempo/Indra Fauzi

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan pisau. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Maros - Seorang suami tega membunuh istrinya hanya lantaran tidak mau diajak berhubungan intim. Peristiwa ini terjadi di Dusun Berua, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Maros, Sulawesi Selatan, Ahad dinihari, 17 April 2016.

    Tersangka bernama Hamiro, 60 tahun. Sedangkan istrinya adalah Rabiah, 50 tahun. Kepala Satuan Reserse Kepolisian Resor Maros Ajun Komisaris Yusrizal menuturkan, Hamiro membunuh istrinya dengan sebilah parang. "Pelaku mengaku membunuh istrinya karena ditolak untuk berhubungan intim," ujarnya.

    Yusrizal menambahkan, insiden itu berlangsung sekitar pukul 03.00 Wita. Tetangga mendengar jerit orang meminta pertolongan dari rumah Hamiro. Mereka buru-buru mendatangi rumah itu. "Tapi mereka tidak bisa masuk ke rumah lantaran pelaku mengunci pintu," ujar Yusrizal.

    Tak berapa lama Hamiro membuka pintu sambil menenteng sebilah parang yang berlumur darah. Parang itu kemudian diserahkan kepada seorang tetangganya. "Sedangkan Rabiah sudah terkapar berlumuran darah," kata Yusrizal. Para tetangga segera melarikan perempuan itu ke rumah sakit. Namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

    Pasangan Hamiro dan Rabiah sudah tiga tahun menikah. Mereka hanya tinggal berdua di rumah itu.

    Kepala Bagian Operasional Polres Maros Komisaris Ahmad Mariadi menjelaskan bahwa pelaku tidak mengalami gangguan kejiwaan "Berdasarkan keterangan tetangganya si Hamiro ini normal, tidak memperlihatkan jika ada gangguan kejiwaan," katanya.

    Lanjut Ahmad, Hamiro diancam hukuman karena melakukan perbuatan penganiayaan hingga menyebabkan kematian berdasarkan Pasal 351 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan pembunuhan berdasarkan Pasal 338 KUHP. "Jadi belum ada unsur perencanaan dalam kasus ini," ucapnya.

    Sementara Kepala Desa Salenrang Nasir menuturkan, pelaku tidak pernah memiliki kasus atau pernah mengganggu seseorang. "Iya, sepengetahuan saya Hamiro tidak pernah memiliki kasus mengganggu orang jika disebut memiliki gangguan kejiwaan," ujarnya.

    Nasir menambahkan, bahwa korban Rabiah merupakan istri kedua dari Hamiro dan saat ini belum memiliki keturunan. "Jadi memang korban merupakan istri kedua, sementara Hamiro dan istri pertamanya telah berpisah," ucapnya.

    BADAUNI A.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.