Minggu Pagi Ini, Jokowi Berangkat ke Eropa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Wapres Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan sebelum bertolak ke Eropa, 17 April 2016. TEMPO/Amirullah

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Wapres Jusuf Kalla dan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan sebelum bertolak ke Eropa, 17 April 2016. TEMPO/Amirullah

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo memulai kunjungan kerja ke empat negara di Eropa untuk memperkuat hubungan kerja di bidang ekonomi dan perdagangan. Presiden bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu pagi, 17 April 2016. 

    Presiden Jokowi berangkat melalui ruang VVIP Bandara Halim sekitar pukul 08.00. Sejumlah pejabat tampak hadir di ruang VVIP bandara, di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla; Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan; dan Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti. Empat negara yang menjadi tujuan kunjungan Jokowi adalah Jerman, Belanda, Belgia, dan Jerman.

    Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir mengatakan setiap kunjungan Presiden Jokowi mempunyai tema yang jelas. Dua tujuan lawatan nanti ialah memperkokoh kemitraan dengan Uni Eropa dan menunjukkan Indonesia yang terbuka dan kompetitif. "Pertama kali bagi Presiden akan bertemu dengan tiga kepala, yaitu komisi Eropa, dewan Eropa, dan parlemen," katanya pada Jumat lalu.

    Kunjungan ke Eropa ini berlangsung pada 17-23 April 2016. Kerja sama ekonomi di sektor perdagangan tidak akan jauh dari misi utama pemerintah. Selain itu, pemerintah akan menyampaikan proses deregulasi dan pembangunan infrastruktur yang sedang giat dikerjakan. Tak ketinggalan, sektor maritim dan pengembangan energi terbarukan akan menjadi pembahasan dalam pertemuan bilateral. 

    Kunjungan itu juga akan digunakan untuk meningkatkan investasi negara-negara Eropa ke Indonesia, contohnya Jerman. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani mengatakan Jerman merupakan negara yang aktif berinvestasi ke luar negara itu. "Nilai output investment Jerman mencapai US$ 303 miliar sepanjang enam tahun terakhir," kata Franky, Jumat lalu. Namun investasi Jerman ke Indonesia dianggap masih kecil, yakni sekitar 1 persen dari total investasi mereka.

    Tak berbeda dengan Jerman, Inggris berada di peringkat keempat di dunia dalam hal investasi luar negeri. Sedangkan Belanda, kata Franky, sudah mengeluarkan investasi sebesar US$ 100 miliar. Adapun kunjungan ke Belgia merupakan tindak lanjut dari kedatangan Putri Belgia ke Indonesia beberapa waktu lalu. 

    AMIRULLAH | ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.