Ultah Jimly, Habibie Kenakan Baju yang Dipakai pada 1989  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Presiden RI BJ Habibie. ANTARA/Andika Wahyu

    Mantan Presiden RI BJ Habibie. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.COJakarta - Mantan Presiden Baharuddin Jusuf Habibie datang ke acara syukuran 60 tahun mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, Sabtu, 16 April 2016. Dalam acara ini, Habibie mengenakan baju lawasnya. Menurut Habibie, baju tersebut pernah dia kenakan saat bertemu Jimly pada 1989.

    Baju itu adalah kemeja safari lengan pendek polos berwarna hitam. "Jimly datang ke rumah Habibie bersama KH Hasan Basri. Saya terima dengan baju ini. Baju yang sama saya pakai lagi ke acara ini," ujar Habibie.

    Habibie menuturkan saat itu Jimly dan beberapa rekannya menemui dia untuk membahas rencana pendirian bank Islam. "Saya bisa saja (ke acara ini) pakai baju batik. Namun, karena dulu waktu terima Jimly dan kawan-kawan pakai baju ini, ya walaupun di dalam ruangan AC, saya agak kedinginan karena pakai kemeja ini," tutur Habibie berseloroh.

    Jimly, yang juga Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, menggelar syukuran sekaligus peluncuran buku ke-60 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta. "Ini bagian dari rangkaian acara ulang tahun saya," kata Jimly. 

    Buku pertama yang diluncurkan berjudul 60 Tahun Jimly AsshiddiqieMenurut Para Sahabat serta buku kedua 60 Tahun Jimly AsshiddiqieSosokKiprah, dan Pemikiran. Ada sekitar 73 buku yang sudah diterbitkan Jimly hingga kini.

    Acara tersebut juga dihadiri beberapa tokoh nasional, antara lain Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat; Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir; Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan; Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman; dan advokat Yusril Ihza Mahendra.

    Hadir pula mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva, Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik, dan budayawan Franz Magnis Suseno. Acara sempat terganggu oleh listrik padam. Namun tak lama listrik menyala lagi.

    ARIEF HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.