Ceroboh, Polisi Titipkan Kunci Sel ke Tahanan, 3 Orang Kabur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • rescuemypension.co.uk

    rescuemypension.co.uk

    TEMPO.COBanjarmasin - Tiga tahanan kabur dari sel Markas Kepolisian Sektor Banjarmasin Selatan, Sabtu pagi, 16 April 2016. Mereka adalah Hendra bin Idrus, tersangka kasus narkoba; Haryo Sugiat, tersangka narkoba; dan Alanuri, tersangka kasus penggelapan.

    Hendra beralamat di Jalan Kelayan, Gang Setuju, Kecamatan Banjarmasin Selatan; Haryo Sugiat beralamat di Jalan 19 Oktober, Gang Nusa Indah; dan Alanuri beralamat di Jalan Pekapuran, Jembatan Lima. “Tahanan kabur sekitar pukul 06.45 Wita. Tersangka sempat berkelahi melawan seorang petugas jaga,” kata seorang anggota Polsek Banjarmasin Selatan yang enggan ditulis namanya.

    Menurut sumber Tempo, kronologi kaburnya tiga tahanan bermula saat Ajun Inspektur Satu Jumain membagi-bagikan kue kepada penghuni sel. Jumain membuka dua pintu terali besi sebelum tiba di ruang tahanan yang dituju. Saat sibuk membagikan kue, Jumain sempat menitipkan rentengan mata kunci pintu sel kepada seorang tersangka.

    Beres membagikan kue, Jumain menutup kembali pintu-pintu sel. Tanpa disadari oleh Jumain, seorang tahanan agaknya mencoleng satu mata kunci. Alhasil, para penjahat itu melenggang kangkung keluar dari sel tahanan polisi.

    Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Brigadir Jenderal Agung Budi Maryoto menuturkan, saat kejadian, ada tiga polisi yang berjaga di Polsek Banjarmasin Selatan. Namun, kata dia, posisi mereka terpencar. Seorang polisi di ruang komputer, seorang lagi berada di ruang sel sebelah, dan seorang anggota lainnya berada di halaman.

    Mengetahui tiga tahanan kabur, Brigadir Sugeng sempat berusaha meringkus dan berteriak meminta pertolongan. Adapun dua petugas lainnya sibuk mengamankan pintu sel yang terbuka. Agung menduga ada kelalaian Jumain. Pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memburu para tersangka yang melarikan diri.

    Menurut Agung, Jumain telah dimintai keterangan oleh penyidik. “Murni kelalaian seorang petugas. Ada sanksi terhadap polisi yang lalai. Kami masih menyelidiki unsur kelalaiannya, apakah ada tindak pidana atau tidak,” ujarnya.

    DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.