Universitas Muhammadiyah Surabaya Buka Prodi Kedokteran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi dokter/kesehatan. Pixabay.com

    Ilustrasi dokter/kesehatan. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Surabaya Universitas Muhammadiyah Surabaya secara resmi membuka Program Studi (Prodi) Pendidikan Kedokteran. Izin pendirian fakultas diberikan melalui surat keputusan oleh Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir di Jakarta, Selasa, 29 Maret 2016.

    Prodi di kampus Kota Pahlawan itu menjadi yang kesepuluh dimiliki perguruan tinggi milik Muhammadiyah dari sekitar 146 kampus di seluruh Indonesia. Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sukadiono, mengatakan antusiasme calon mahasiswa prodi kedokteran itu cukup besar.

    “Dari kuota angkatan pertama sebanyak 50 orang nanti, pendaftarnya kini mencapai 120 orang,” katanya, Kamis, 14 April 2016. Menurut Sukadiono, dibandingkan dengan perguruan tinggi swasta lainnya, Prodi Kedokteran UM Surabaya menawarkan biaya dan sarana yang lebih kompetitif.

    Berada di bawah naungan organisasi kemasyarakatan besar, calon dokter dari Universitas Muhammadiyah dapat berpraktek di 29 rumah sakit jaringan Muhammadiyah dan Aisyiyah di seluruh Jawa Timur. Untuk mendukung proses transfer ilmu, Universitas Muhammadiyah berencana membangun rumah sakit pendidikan.

    Gedung sepuluh lantai itu diperkirakan rampung 2021. “Dananya dari universitas dan warga Muhammadiyah, sekitar Rp 150 miliar,” ujarnya. Dalam peluncuran hari ini, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin turut hadir. Ia mengatakan ormas besar di Indonesia itu mendorong kampus di bawahnya untuk memiliki fakultas kedokteran.

    Namun, kata Din Syamsudin, perjuangan panjang harus ditempuh karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada masa lalu menerapkan moratorium penambahan fakultas baru. “Sebenarnya banyak yang sudah mempersiapkan diri, tapi selama ini tidak mudah dapat izin,” katanya.

    Keberadaan fakultas kedokteran di Jawa Timur, kata dia, amat diperlukan karena kebutuhan sumber daya manusia pada bidang medis. Ia tak menutup kemungkinan adanya perguruan tinggi dengan fakultas kedokteran di setiap kabupaten atau kota yang terdapat rumah sakit jaringan Muhammadiyah kelak.

    ARTIKA RACHMI FARMITA

    BERITA MENARIK
    Yuni Shara Buka Rahasia Soal Nikah dengan Duda Wanda Hamidah
    Perawat Suntik Mati 24 Pasien, Berharap Hidup Lagi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.