London Book Fair, Hak Cipta Buku Indonesia Dibeli Inggris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 12 Rights Buku Indonesia Terjual di London Book Fair Hari Pertama. Tempo/Erwin Zachri

    12 Rights Buku Indonesia Terjual di London Book Fair Hari Pertama. Tempo/Erwin Zachri

    TEMPO.CO, London - Kabar gembira di hari kedua London Book Fair, sejumlah buku dari Indonesia tembus ke penerbit-penerbit dari Inggris. Pertama adalah buku tulisan intelektual muslim Indonesia Haidar Bagir berjudul Islam, The Message of Love and Happiness.

    “Tema-tema Islam ternyata memiliki pasar yang cukup besar di Inggris, terlihat dari banyaknya penerbit buku Islam yang hadir di London Book Fair,” ujar Siti Gretiani, Kordinator Promosi Literasi dari Komite Buku Nasional.

    Buku lainnya yang juga dibeli hak ciptanya di hari kedua pameran adalah Anti Stress: Art Therapy: Travel Size: Bali - Coloring Book Bali, karya I.B.G Wiraga. Buku ini dianggap unik dan sangat menarik bagi pasar Inggris. Hal ini menambah daftar buku-buku dari Indonesia yang dibeli hak ciptanya dan diminati penerbit internasional.

    Di hari kedua pameran juga berlangsung Insight Program di ruang Gallery Suit. Indonesia diwakili Laura Prinsloo, Ketua Komite Buku Nasional, dan Wandi S Brata, Direktur Utama Gramedia Publishing Group. Tema yang dibawakan adalah Indonesia: Islands of Opportunity. Acara ini dihadiri oleh penerbit dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Turki, China dan Inggris.

    Laura menyampaikan situasi terkini Indonesia dan potensi yang sangat besar. “Indonesia memiliki 250 juta penduduk yang menempati ribuan pulau, bisa dibayangkan betapa banyak imajinasi yang tercipta dari setiap tempat itu,” ujarnya.

    Laura menyatakan, saat ini tingkat minat baca memang masih rendah, tapi juga sedang gencar untuk ditingkatkan, salah satunya adalah dengan program yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, yaitu membaca buku 15 menit sebelum pelajaran dimulai.

    Wandi S Brata membuka presentasinya dengan menunjukkan betapa luasnya Indonesia terbentang dari Sabang hingga Marauke. Itu merupakan berkah sekaligus tantangan, karena potensi besar yang dimiliki Indonesia itu kerap terhambat masalah infrastuktur.

    “Persoalan umum yang dihadapi pebisnis termasuk penerbit adalah distribusi, pembangunan infrastuktur inilah yang sedang menjadi prioritas Presiden Joko Widodo,” ujar Wandi.

    ERWIN Z


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.