Anugerah Rekor Dunia untuk MPR

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musik keroncong mengandung nilai filosofis dan bisa digunakan sebagai senjata dalam memperjuangkan kemerdekaan serta sarana penghibur setelah kemerdekaan.

    Musik keroncong mengandung nilai filosofis dan bisa digunakan sebagai senjata dalam memperjuangkan kemerdekaan serta sarana penghibur setelah kemerdekaan.

    INFO MPR - Pergelaran bertajuk "Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Melalui Senangdung Keroncong Indonesia" mementaskan keroncong sebagai bagian dari kegiatan sosialisasi empat pilar MPR melalui seni-budaya. Acara, yang diinisiasi Wakil Ketua MPR Oesman Sapta, ini mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI).

    MPR mendapat rekor dunia dengan predikat sosialisasi empat pilar kepada seniman musik keroncong terbanyak. Penyerahan penghargaan berlangsung di Nusantara IV, Kompleks Parlemen Senayan, Kamis, 14 April 2016.

    Ketua MPR Zulkifli Hasan, yang membuka acara, menyatakan dukungan dan kesepahaman pikiran terhadap metode ini. “Saya setuju acara ini diselenggarakan karena musik keroncong mengandung nilai filosofis dan bisa digunakan sebagai senjata memperjuangkan kemerdekaan serta sebagai sarana penghibur setelah kemerdekaan," kata Zulkifli.

    Penghargaan diserahkan oleh Ketua Umum Museum Rekor Dunia Indonesia Jaya Suprana -- yang diwakili Oesman Sapta -- dan diterima Zulkifli, disaksikan komunitas dan penggemar musik keroncong. Sekarang, menurut Jaya Suprana, musik keroncong sedang diusulkan kepada UNESCO agar dicatat menjadi warisan kebudayaan asli Indonesia untuk dipersembahkan kepada dunia.

    Sundari Sukoco, ketua panitia, berterima kasih kepada MPR atas keikutsertaannya melestarikan musik keroncong Indonesia. Acara ini, menurut Sundari, terselenggara berkat kerja sama mereka dengan MPR. Dalam kesempatan yang sama, rekor MURI juga dianugerahkan kepada Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (HAMKRI) DPP DKI Jakarta dan Yayasan Keroncong Indonesia (Yakin), yang keduanya diterima oleh Sundari. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.