London Book Fair Dibuka, 12 Rights Buku Indonesia Terjual

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 12 Rights Buku Indonesia Terjual di London Book Fair Hari Pertama. Tempo/Erwin Zachri

    12 Rights Buku Indonesia Terjual di London Book Fair Hari Pertama. Tempo/Erwin Zachri

    TEMPO.CO, London - Di hari pertama London Book Fair 2016, ada 12 rights buku Indonesia yang telah terjual kepada penerbit Malaysia. Buku-buku ini adalah panduan pemula untuk Spanyol, Jerman, Mandarin, Perancis, dan Jepang (5 judul), juga buku percakapan sehari-hari bahasa Jerman, Belanda, Perancis, Korea, Arab, Mandarin dan Indonesia (7 judul).

    “Buku panduan dan percakapan bahasa asing memang salah satu yang kerap jadi favorit,” ujar Nung Atasana, Kordinator Penjualan Rights International dari Komite Buku Nasional, Selasa, 12 April 2016.

    Penerbit bersangkutan mengontak langsung Nung untuk menyatakan minatnya membeli rights judul-judul tersebut setelah sebelumnya melakukan survei ke toko buku.

    Kabar ini memberikan semangat bagi tim delegasi Indonesia. Di hari pertama, lebih dari 100 praktisi industri yang mayoritasnya para penerbit mengunjungi stand Indonesia. Penerbit buku terbesar asal Islandia, Forlagid, juga menyatakan minatnya menerjemahkan buku Eka Kurniawan, Cantik itu Luka.

    “Mereka menyatakan buku-buku Eka memang sangat cocok dengan penerbit mereka,” ujar Siti Gretiani, Kordinator Promosi Literasi Komite Buku Nasional.

    Foto Eka juga terpampang di arena pameran sebagai salah satu International Authors of London Book Fair. Buku Eka, Man Tiger, saat ini juga masuk di long list International Man Booker Prize 2016.

    Di hari kedua, 13 April, pembicara dari Indonesia akan tampil di acara Insight Program yang digelar di Gallery Suit. Acara ini merupakan program unggulan pameran. Tema yang dibawakan adalah Indonesia : Islands of Opportunity, dengan pembicara Wandi S Brata, Direktur Gramedia dan Laura Prinsloo, Ketua Komite Buku Nasional Indonesia. Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Rizal Sukma direncanakan hadir dalam acara ini.

    Inilah kali kedua penerbit Indonesia tampil di LBF secara kolektif setelah tahun-tahun sebelumnya beberapa penerbit Indonesia hanya hadir sendiri-sendiri. Selama tiga hari pameran di London, Indonesia menampilkan 200 judul buku pilihan dari berbagai penerbit, mayoritas adalah buku-buku bergenre sastra.

    ERWIN Z


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?