Bupati Subang Ditangkap KPK, PDI-P Siapkan Pengacara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Subang Jawa Barat, Ojang Suhandi mengenakan rompi tahanan berjalan keluar dengan kawalan petugas usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, 12 April 2016. Ojang Suhandi merupakan salah satu tersangka yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Subang pada Senin (11/4) lalu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Bupati Subang Jawa Barat, Ojang Suhandi mengenakan rompi tahanan berjalan keluar dengan kawalan petugas usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, 12 April 2016. Ojang Suhandi merupakan salah satu tersangka yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Subang pada Senin (11/4) lalu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Subang - Sekretaris DPC PDI-Perjuangan Subang, Maman Yudhia menyatakan partainya akan memberi bantuan hukum untuk Bupati Ojang Sohandi yang sedang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi. Ojang merupakan kader PDI-Perjuangan yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang Kabupaten Subang. "Itu pasti (memberi bantuan hukum)," kata Maman, Rabu, 13 April 2016.

    Maman mengatakan sebagai partai pengusung Ojang dalam pemilihan kepala daerah 2013, pihaknya juga memberikan jamaninan roda pemerintahan akan berjalan aman dan lancar. "Sikap itu kami sampaikan sebagi komitmen dukungan kami terhadap kinerja pemerintahan," ujarnya.

    Bupati Subang Ojang Sohandi ditangkap oleh KPK pada Senin lalu, 11 April 2016. Ojang diduga terlibat dalam kasus korupsi dana Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan yang melibatkan dua pejabat Subang.

    Meski Ojang ditangkap, Wakil Bupati Subang, Imas Aryumningsih, menegaskan kinerja pemerintahan dan pelayanan publik tak terganggu. "Kami semua memang dalam suasana prihatin, tetapi, kami tetap bekerja," kata Imas, saat ditemui Tempo usai membuka acara Subang Multi Festival di pelataran Wisma Karya, Rabu, 12 April 2016.

    Ia mengharapkan masyarakat tidak terprovokasi dengan penangkapan bupati. Ia menyatakan, sejak Ojang ditetapkan sebagai tersangka Senin, 11 April 2016, Imas masih menjalin komunikasi dengan Ojang. "Intinya, Pak Ojang masih bisa mengendalikan pemerintahan," kata Imas.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.