Jalan Tol Cipali Beroperasi, Indramayu Usulkan Kawasan Industri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau kondisi Tol Cipali dari ruang Traffic Management Centre (TMC) di kantor Operasional PT Lintas Marga Sedaya, Subang, Jawa Barat, 14 Desember 2015. Polda Jabar bekerjasama dengan PT Lintas Marga Sedaya (LMS), selaku pengelola jalan tol Cipali, memasang alat pemeriksa kecepatan atau speed gun yang dapat mendeteksi laju kendaraan ketika melintas di ruas tol terpanjang di Indonesia tersebut. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Petugas memantau kondisi Tol Cipali dari ruang Traffic Management Centre (TMC) di kantor Operasional PT Lintas Marga Sedaya, Subang, Jawa Barat, 14 Desember 2015. Polda Jabar bekerjasama dengan PT Lintas Marga Sedaya (LMS), selaku pengelola jalan tol Cipali, memasang alat pemeriksa kecepatan atau speed gun yang dapat mendeteksi laju kendaraan ketika melintas di ruas tol terpanjang di Indonesia tersebut. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Indramayu - Bupati Indramayu usulkan perubahan rencana tata ruang wilayah (RTRW). Tujuannya untuk membangkitkan kembali perekonomian Indramayu akibat beroperasinya jalan tol Cipali.

    Hal tersebut disampaikan Bupati Indramayu Anna Sophanah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Barat yang digelar secara virtual antara Gubernur Jawa Barat dan bupati serta wali kota se-Jawa Barat, Selasa, 12 April 2016. “Kami ingin membangun lokasi industri di wilayah Cikawung,” kata Anna.

    Pembangunan kawasan industri terutama dilakukan di pintu keluar jalan tol Cikawung, jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Tujuan pembangunan lokasi industri tersebut, menurut Anna, untuk membangkitkan kembali perekonomian di Kabupaten Indramayu pasca-beroperasinya jalan tol Cipali.

    Selama ini, lanjut Anna, banyak calon investor yang ingin masuk ke Indramayu dan mengincar wilayah Cikawung. Namun daerah tersebut mayoritas berupa areal kehutanan dan perkebunan milik Perhutani. Sehingga harus dikaji ulang dengan melibatkan berbagai pihak. “Dengan adanya kawasan industri, maka bisa menjadi stimulan untuk menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi,” kata Anna.

    Tidak hanya mengusulkan perubahan RTRW, Pemerintah Kabupaten Indramayu pun mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengenai lanjutan pembangunan balai latihan kerja (BLK), pengadaan mebel, SD, dan revitalisasi pasar daerah. Usulan lainnya, yaitu peningkatan saluran subsekunder, rehabilitasi dan normalisasi jaringan irigasi, lanjutan pembangunan RSUD Krangkeng, dan pengadaan sarana prasarana perpustakaan, serta pelebaran jalan provinsi Patrol-Haurgeulis, Jangga-Cikawung, dan Widasari-Kadipaten. “Kabupaten Indramayu membutuhkan bantuan dari Provinsi Jabar, karena jika hanya mengandalkan APBD kabupaten murni, tidak akan cukup,” kata Anna.

    Dalam telekonferensi itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pun menyambut baik usulan dari Pemerintah Kabupaten Indramayu tersebut. Karena usulan tersebut berdampak terhadap kelangsungan masyarakat Indramayu.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.