Pedagang di Semargres Obral Diskon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lezatnya Lumpia, Oleh-oleh Khas Semarang

    Lezatnya Lumpia, Oleh-oleh Khas Semarang

    TEMPO.CO, Semarang - Sebanyak dua ribu pelaku usaha perdagangan dan bisnis di Kota Semarang, akan memberi diskon atau potongan harga kepada pembeli dalam Semarang Great Sale (Semagres), yang digelar 16 April hingga 15 Mei 2016.

    Pelaksana Semargres, mentarget pemberian diskon itu mampu memutar transkasi hingga Rp 150 miliar. “Tahun ini ada dua ribu pelaku usaha yang bergabung. Target transaksinya pun bertambah. Dari tahun lalu Rp 120 miliar, menjadi Rp 150 miliar ,” kata Ketua pelaksana Semargres 2016, Arnaz Agung Andrarasmara, Selasa (12/4).

    Dia berharap, Semargres bisa menarik wisatawan dan singkronisasi dengan acara lain, seperti Semarang Night Carnival. Semargres akan diawali parade para pelaku usaha, pada Minggu 17 april 2016. “Lokasinya di Jalan Pemuda. Kami pamerkan semua bisnis pelaku usaha,” kata Arnaz.

    Agenda tahunan Pemkot Semarang itu, kata Arnaz, bekerja sama dengan pelaku perdagangan, untuk memberikan potongan harga hingga 70 persen. Tercatat hampir semua sektor perdagangan yang terdaftar dalam Semargres memberikan potingan belanja. “Kegiatan yang bertepatan dengan ulang tahun Kota Semarang ke-469 itu dipamerkan di Jakarta dan dibuka menteri,” kata dia.

    Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyatakan sengaja melaunching even satu bulan di Jakarta, untuk memperkenalkan kegiatan tahunan Kota Semarang itu dalam skalan nasional. “Dibuka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta,” kata Hendrar.

    Hendrar memastikan, peserta Semargres 2016 ini melibatkan pedagang kaki lima, yang menyajikan berbagai macam kuline, di kawasan Simpang Lima. “Bahkan untuk menarik wisatawan, maskapai penerbangan ikut memberi diskon. Jadi, semakin banyak yang support," kata dia. EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?