Ridwan Kamil Usulkan Jejaring Kota Kreatif di Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Ridwan Kamil menuntun sepedanya usai meresmikan area factory outlet Jalan RE Martadinata, Bandung, 28 Desember 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Ridwan Kamil menuntun sepedanya usai meresmikan area factory outlet Jalan RE Martadinata, Bandung, 28 Desember 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Malang - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengajak rekan-rekannya sesama kepala daerah untuk berinvestasi di sektor ekonomi kreatif. Menurut dia, industri kreatif termasuk investasi jangka panjang tapi bernilai amat tinggi.

    “Seperti Facebook yang kini seharga Rp 40 ribu triliun, melebihi APBN,” katanya dalam forum diskusi di Konferensi Kota Kreatif Indonesia (ICCC) di Malang, Jawa Timur, Kamis, 31 Maret 2016.

    Emil, sapaan Ridwan Kamil, memberi ilustrasi lain berupa pameran seni, tak hanya di galeri tapi di perkampungan. Pameran di perkampungan itu akan mengundang turis datang, melihat pameran seni, dan menginap di perkampungan penduduk.

    Dia juga berharap jejaring kota kreatif bisa terbangun sehingga bisa mempercepat membangun ekonomi kreatif yang dimaksudnya itu. “Kita memiliki 700 bahasa itu menunjukkan Indonesia bangsa yang kreatif. Tinggal bagaimana kita membangun kekompakan," katanya.

    Seniman dan akademikus, Sardono Waluyo Kusumo, mengatakan untuk mempercepat ekonomi kreatif pemerintah harus mendirikan sekolah kreatif. Seperti Singapura yang mendirikan Singapore School of Art.

    "Pendidikan dasar kita selama ini menghilangkan kreativitas dan imajinasi siswa,” katanya sambil menambahkan, “Padahal perlu keliaran imajinatif."

    Imajinasi, kata Sardono menjelaskan, tumbuh sejak masa anak-anak. Namun yang terjadi, kata dia, imajinasi anak-anak terampas oleh kurikulum pendidikan dasar yang mengharuskan siswa berkutat dengan teks dan pelajaran.

    “Sehingga secara tak langsung menumpulkan kreativitas,” katanya.

    EKO WIDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.