La Nyalla Buron, Pengacara Belum Terima Surat Pemberitahuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti (kanan) didampiingi Wakil Ketua Umum Hinca Panjaitan (kiri) saat menemui Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, 20 April 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti (kanan) didampiingi Wakil Ketua Umum Hinca Panjaitan (kiri) saat menemui Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, 20 April 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Surabaya - Penasihat Hukum La Nyalla Mattalitti, Ahmad Riyadh, mengatakan belum mendapat surat resmi penetapan kliennya masuk daftar pencarian orang. Riyadh mengaku tahu kliennya dijadikan buronan dari media. “Sampai sekarang, kami belum mendapat surat resminya,” ucap Riyadh, Kamis, 31 Maret 2016.

    Setelah tersangka dana hibah untuk Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur tersebut masuk DPO, ujar Riyadh, dia belum ada kontak lagi dengan La Nyalla. Menurut dia, komunikasi terakhir dilakukan Senin sore, 28 Maret 2016. Keduanya membahas tentang tanggapan permohonan penundaan pemanggilan tersangka dari kejaksaan. Kontak saat ini, tutur Riyadh, dialihkan kepada kuasa hukum yang menangani praperadilan.

    Meski begitu, penetapan La Nyalla sebagai buron dipastikan tidak akan berpengaruh terhadapnya. “La Nyalla tetap akan menunggu putusan praperadilan,” kata Riyadh.

    Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan La Nyala sebagai buron setelah gagal memanggilnya secara paksa. Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia itu sudah tiga kali mangkir dari panggilan Kejaksaan Tinggi. Tersangka menggunakan dana hibah dari Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 5,3 miliar untuk membeli saham perdana (IPO) di Bank Jatim. Dalam pembelian saham itu, keuntungan diperkirakan sebesar Rp 1,1 miliar. Kejaksaan menduga keuntungan saham itu digunakan untuk kepentingan pribadi.

    Kejaksaan tidak hadir pada sidang pertama praperadilan untuk memeriksa sah atau tidaknya penetapan La Nyalla sebagai tersangka di Pengadilan Negeri Surabaya. Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung menuturkan ketidakhadiran itu karena tim penyidik Kejaksaan Tinggi mencari La Nyalla. Seharusnya, ucap Maruli, La Nyalla menghadapi proses hukum ini dan tidak ke luar negeri.

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.