Kejar La Nyalla, Indonesia Minta Bantuan Interpol  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum Baru PSSI, La Nyala Mataliti (kiri), memberikan keterangan kepada wartawan didampingi  Wakil Ketum Baru PSSI, Hinca Pandjaitan usai KLB PSSI di Surabaya, 18 April 2015. Menurut La Nyalla, PSSI tidak akan terpengaruh oleh pembekuan yang dilakukan Menpora. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Ketum Baru PSSI, La Nyala Mataliti (kiri), memberikan keterangan kepada wartawan didampingi Wakil Ketum Baru PSSI, Hinca Pandjaitan usai KLB PSSI di Surabaya, 18 April 2015. Menurut La Nyalla, PSSI tidak akan terpengaruh oleh pembekuan yang dilakukan Menpora. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengatakan Indonesia akan meminta Interpol mengeluarkan red notice bagi La Nyalla Mattalitti. Sebab, La Nyalla tak memenuhi panggilan Kejaksaan Agung meski sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). Prasetyo mengakui La Nyalla saat ini berada di Singapura.

    "Nanti kami kontak Interpol, kan, sudah masuk DPO," kata Prasetyo di kompleks Istana Presiden, Rabu, 30 Maret 2016.  (Baca: Lacak La Nyalla, KBRI Singapura Tunggu Perintah Menlu)

    Prasetyo mengatakan La Nyalla meninggalkan Malaysia menuju Singapura melalui Johor Bahru. Menurut dia, La Nyalla meninggalkan Malaysia pada pukul empat pagi. "Saya tidak tahu apakah di sana akan transit pulang ke Indonesia atau dia di Singapura merasa lebih aman," katanya.

    Jaksa Agung Prasetyo berharap La Nyalla menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Prasetyo meminta La Nyalla memenuhi panggilan pemeriksaan sebelum penerbitan red notice. "Kami tetap harus berprasangka baik bahwa dia akan memenuhi panggilan," ucapnya.

    La Nyalla menjadi tersangka korupsi dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur. Jumlah dana yang diduga dikorupsi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ini sekitar Rp 5,3 miliar. (Baca juga: Kuasa Hukum: Menang Praperadian, Status DPO La Nyalla Hilang)

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.