Wali Kota Makassar Akui Gayanya Sengaja Tiru Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto berada disela-sela Ratusan Kepala sekolah saat di ambil sumpahnya di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Antang Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, 30 Maret 2016. Danny mengatakan akan memberikan 18 poin perintah terhadap 435 kepsek untuk semua tingkatan SD, SMP, dan SMA/SMK agar meningkatkan kualitas pendidikan di kota Makassar. TEMPO/Iqbal Lubis

    Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto berada disela-sela Ratusan Kepala sekolah saat di ambil sumpahnya di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Antang Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, 30 Maret 2016. Danny mengatakan akan memberikan 18 poin perintah terhadap 435 kepsek untuk semua tingkatan SD, SMP, dan SMA/SMK agar meningkatkan kualitas pendidikan di kota Makassar. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Makassar -- Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto melantik ratusan kepala sekolah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Rabu 30 Maret 2016. Dalam pelantikan ini, Danny sapaan akrab Ramdhan, mengaku meniru gaya Presiden Joko Widodo.

    Danny mewajibkan seluruh kepala sekolah untuk menggunakan seragam hitam putih mirip dengan pelantikan Kabinet Kerja Jokowi. "Kami memang diminta untuk menggunakan seragam hitam putih oleh Pak Wali," kata Muhammad Imran Salam, salah satu kepala sekolah yang dilantik.

    Selain itu, Danny juga meniru Jokowi saat melantik Wali Kota Jakarta Timur di bekas tempat pembuangan sampah semasa masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pelantikan kepala sekolah di tempat pembuangan sampah ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah di Makassar.

    Danny beralasan ingin memberikan pesan kepada kepala sekolah yang dilantik agar pendidikan juga mengajarkan pentingnya kebersihan. "Perilaku tentang menjaga kebersihan ini harus dibentuk lewat pendidikan," katanya.

    Menurut Danny, sebagai generasi pelanjut anak didik mesti diajarkan untuk selalu menjaga kebersihan. Menurut dia, upaya menjaga kebersihan kota ini menjadi tanggung jawab semua kalangan termasuk para siswa.

    Danny mengambil makna filosofis sampah untuk mengibaratkan anak didik yang dididik dengan metode yang salah. "Kalau mereka salah didik anak-anak bisa jadi sampah masyarakat," kata Danny.

    Danny juga memilih lokasi pelantikan di TPA ini lantaran ingin menunjukkan TPA ke masyarakat dan mengambil pelajaran hidup dari sampah. "Di sini ada pelajaran hidup. Kalau kita ke sini kan bau, sepulang dari sini kita tak lagi cium baunya tapi orang lain yang cium. Itu artinya, kami butuh orang lain untuk menyadari kebusukan kita,"
    kata dia.

    Seluruh kepala sekolah yang dilantik ini merupakan hasil dari proses lelang jabatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Makassar beberapa waktu lalu. Total ada 435 kepala sekolah yang dilantik dengan rincian kepala SD 365 orang, kepala SMP 35 orang, kepala SMA 22 orang, dan kepala SMK 9 orang.

    AWANG DARMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.