Jokowi Minta Proyek Hambalang Dikaji Secara Hati-hati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanan-kiri: Presiden Joko Widodo, Menpora Imam Nachrowi, Johan Budi, dan Menteri PU Basuki Adimulyono meninjau kondisi sejumlah bangunan wisma atlet yang terbengkalai di Desa Hambalang, Bogor, 18 Maret 2016. Proyek yang rencananya digunakan untuk para atlet ini terhenti akibat kasus korupsi Rp 1,2 Triliun. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Kanan-kiri: Presiden Joko Widodo, Menpora Imam Nachrowi, Johan Budi, dan Menteri PU Basuki Adimulyono meninjau kondisi sejumlah bangunan wisma atlet yang terbengkalai di Desa Hambalang, Bogor, 18 Maret 2016. Proyek yang rencananya digunakan untuk para atlet ini terhenti akibat kasus korupsi Rp 1,2 Triliun. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Presiden Joko Widodo meminta kementerian yang terkait dengan kelanjutan pembangunan proyek Hambalang agar melakukan kajian secara hati-hati.

    Dalam rapat terbatas yang digelar hari ini, Presiden Jokowi mengatakan kajian perlu dilakukan sebelum memutuskan untuk melanjutkan pembangunan proyek itu. Kajian perlu dilakukan dari aspek teknis, hukum dan finansial. Kajian harus diselesaikan sebelum pemerintah mengambil keputusan.

    "Pada prinsipnya ada yang perlu dikaji, dipelajari secara hati-hati. Istilah beliau konservatif karena memang sejak awal ada beberapa hal yang belum beres," kata Pramono seusai rapat terbatas mengenai proyek Hambalang di Kantor Presiden, Rabu, 30 Maret 2016.

    Beberapa hal yang belum beres, kata Pramomo, antara lain, Amdal yang belum dikeluarkan serta Izin Mendirikan Bangunan yang belum beres. Pramono mengatakan dalam rapat terbatas disampaikan bahwa IMB proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional itu hanya untuk tiga lantai. Tapi, bangunan mencapai enam lantai. Hingga saat ini anggaran yang dikeluarkan negara mencapai Rp 536 miliar.

    Presiden Jokowi menugaskan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk segera melakukan audit menyeluruh secara teknis.

    Kajian dari aspek hukum juga dilakukan untuk memastikan proyek tidak terhambat. Hasil udit akan menjadi dasar apakah pemerintah memutuskan untuk melanjutkan proyek itu atau tidak. "Audit menyeluruh juga untuk menentukan mana aset yang bisa diselamatkan dan mana yang sudah tak bisa diselamatkan," ujar Pramono.

    Saat mengunjungi proyek Hambalang pertengahan Maret lalu, Jokowi menegaskan pemerintah akan segera mengambil keputusan secepatnya terkait nasib proyek itu. Keputusan perlu diambil pemerintah karena proyek itu telah menghabiskan anggaran triliunan rupiah.

    Pembangunan proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional di Hambalang menggunakan anggaran 2010-2012. Proyek yang dibangun di atas tanah seluas 32 hektare itu mangkrak akibat kasus korupsi.

    Korupsi di balik pembangunan proyek itu menyeret anggota DPR periode 2009-2014, Angeline Sondakh; politikus Partai Demokrat, Anas Urbaningrum; serta Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. Saat ini ketiganya sedang menjalani hukuman.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...