Surya Paloh: NasDem Lobi Partai Lain untuk Dukung Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) berjabat tangan dengan Gubernur Jakarta Basuki Basuki Tjahaja Purnama, saat menghadiri acara pelantikan pengurus DPW, DPD, DPC, dan DPRD Partai NasDem DKI Jakarta di Istora Senayan, Jakarta, 20 Maret 2016. Partai Nasdem, menyatakan mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) berjabat tangan dengan Gubernur Jakarta Basuki Basuki Tjahaja Purnama, saat menghadiri acara pelantikan pengurus DPW, DPD, DPC, dan DPRD Partai NasDem DKI Jakarta di Istora Senayan, Jakarta, 20 Maret 2016. Partai Nasdem, menyatakan mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COKuala Lumpur - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan sudah menjalin komunikasi dengan partai lain untuk Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017. Lobi itu, kata dia, untuk mendukung pencalonan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    Paloh tidak membantah lobi tersebut dilakukan ke partai pengusung Joko Widodo saat pemilihan presiden 2014. "Biasa, kan pertemanan," katanya, Rabu, 30 Maret 2016. 

    Saat pemilihan presiden 2014, pengusung Joko Widodo adalah PDI Perjuangan, PKB, Hanura, dan NasDem. Hanura dan NasDem pun sudah mendeklarasikan dukungan kepada Ahok. Sedangkan PDI Perjuangan dan PKB belum. 

    Paloh menjelaskan, dukungan NasDem kepada Ahok ialah membantu pengumpulan kartu tanda penduduk untuk pertemanan Ahok. Pengumpulan itu dilakukan karena Ahok akan maju dalam pilkada melalui jalur independen. 

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Hanura Berliana mengungkapkan bahwa sejumlah petinggi partai, yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat pada pemilu legislatif 2014, intensif berkomunikasi untuk ikut mendukung Ahok. "Saya yakin dukungan mereka menyusul karena ini sangat rasional untuk kepentingan Jakarta," ujarnya.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.