24 Peserta Seleksi Kompolnas Lolos Tes Assessment  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Inspektur Pengawasan Umum Kepolisian Republik Indonesia, Komisaris Jendral Imam Sudjarwo. TEMPO/Seto Wardhana

    Inspektur Pengawasan Umum Kepolisian Republik Indonesia, Komisaris Jendral Imam Sudjarwo. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Seleksi Komisi Polisi Nasional menyatakan 24 peserta lulus tes assessment yang dilaksanakan pada 20-24 Maret 2016. Para peserta yang lolos tes itu diputuskan berdasarkan hasil rapat pleno Panitia Seleksi Kompolnas, yang diadakan Selasa, 29 Maret 2016.

    "Dari 50 peserta yang mengikuti tes assessment, yang lolos ada 24 peserta," kata Komjen Pol (Purn) Imam Sudjarwo, Ketua Pansel Kompolnas, dalam jumpa pers di gedung Kompolnas Jakarta, Rabu, 30 Maret 2016.

    Dari 24 orang yang lolos, terdapat sebelas peserta yang berasal dari pakar kepolisian, sisanya berasal dari tokoh masyarakat. Peserta yang lolos akan menjalani tahap seleksi selanjutnya, yakni tes kesehatan fisik dan jiwa serta tes wawancara.

    Tes kesehatan fisik dan jiwa akan dilaksanakan 4-5 April 2016 di Rumah Sakit Bhayangkara. Tes wawancara akan dilaksanakan 6-7 April 2016 di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan.

    Sejalan dengan proses seleksi para calon anggota Kompolnas, panitia seleksi membuka kesempatan kepada masyarakat hingga 11 April 2016 untuk memberikan informasi atau data yang menyangkut rekam jejak para peserta seleksi. "Masyarakat dapat memberikan masukan melalui alamat website Pansel Kompolnas," ujarnya.

    Sebelumnya, Pansel Kompolnas menerima 124 pendaftar. Dari 124 pendaftar tersebut, yang lolos seleksi administrasi sebanyak 81 peserta. Pada tahap tes tertulis, hanya 50 peserta yang lolos dan berhak menjalani tes assessment.


    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.