Disandera Abu Sayyaf, Wendi Terakhir Kontak Keluarganya Rabu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang tua Wendi, awak kapal Indonesia yang menjadi korban penculikan oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Filipina. TEMPO/Andri Faruqi

    Orang tua Wendi, awak kapal Indonesia yang menjadi korban penculikan oleh kelompok Abu Sayyaf di perairan Filipina. TEMPO/Andri Faruqi

    TEMPO.CO, Padang - Seorang anak buah kapal Brahma 12 yang disandera dalam perjalanan merupakan warga Kota Padang, Sumatera Barat. Wendi Rakhadian, 28 tahun, diduga diculik kelompok Abu Sayyaf, Sabtu, 26 Maret 2016. (Baca: Mengaku Kelompok Abu Sayyaf, Pembajak Kapal Minta Tebusan)

    Ayah Wendi, Aidil, 55 tahun, mengaku baru mengetahui anaknya disandera pada Minggu, 27 Maret 2016. Ia mengaku diberi tahu pemilik kapal.

    "Pada hari Minggu itu perusahaan menghubungi kami mengatakan kapal anak kami disandera perompak," ujarnya, Selasa, 29 Maret 2016. (Baca: WNI Disandera Abu Sayyaf, Kapal Perang TNI Siaga di Ambalat)

    Menurut dia, pihak perusahaan juga mengatakan sempat berkomunikasi dengan kapten kapal. Informasinya, mereka dalam kondisi sehat.

    Aidil mengaku terakhir berkomunikasi dengan anaknya pada Rabu malam pekan lalu atau 23 Maret 2016. Saat itu anaknya berada di perairan Malaysia dalam perjalanan menuju Filipina. "Saat itu Wendi ngomong dalam kondisi sehat," katanya.

    Menurut dia, Wendi sudah tiga kali bolak-balik ke Filipina naik kapal tersebut. Ia membawa batu bara dari Kalimantan Selatan.

    Total ada sepuluh warga negara Indonesia disandera pasukan milisi Abu Sayyaf. Sepuluh WNI tersebut merupakan anak buah kapal. Untuk sementara, diduga penyanderaan didasarkan motif ekonomi. Sebab, kelompok tersebut meminta sejumlah uang sebagai tebusan.

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah mengeluarkan pernyataan bahwa pemerintah Indonesia memprioritaskan pembebasan sepuluh warga negara Indonesia tersebut. (Baca: Keselamatan 10 WNI di Kapal Indonesia yang Dibajak Jadi Prioritas)

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.