WNI Disandera, Brimob dan Densus 88 Siap Hadapi Abu Sayyaf  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi terakhir kapal Brahma 12. Foto: marinetraffic.com

    Lokasi terakhir kapal Brahma 12. Foto: marinetraffic.com

    TEMPO.COJakarta - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan Polri siap membantu membebaskan sepuluh warga negara Indonesia yang disandera pasukan militan Abu Sayyaf. Anton menjelaskan, Polri akan mengerahkan pasukan Brimob dan Densus 88 Antiteror.

    "Pokoknya siap kalau diminta bantuan, termasuk tim Densus maupun Brimob‎," ujar Anton di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 29 Maret 2016.

    Menurut Anton, saat ini kepolisian masih terus berkomunikasi dengan semua pihak, termasuk Interpol. "‎Kami masih berkoordinasi secara diplomatik," katanya.

    Sepuluh WNI disandera pasukan militan Abu Sayyaf pada Senin, 28 Maret 2016. Mereka disandera menyusul pembajakan dua kapal berbendera Indonesia di perairan Filipina. Sepuluh WNI tersebut merupakan anak buah kapal.

    Hingga saat ini, belum diketahui di mana sepuluh WNI tersebut. Untuk sementara, diduga penyanderaan didasarkan motif ekonomi. Sebab, kelompok tersebut meminta sejumlah uang sebagai tebusan.

    INGE KLARA SAFITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.