150 Truk Sampah Pemkot Bandung Dipasangi GPS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumpukan sampah di Kota Bandung tidak bisa diangkut karena ditutupnya jalan masuk TPA Sarimukti (15/12). TEMPO/Prima Mulia

    Tumpukan sampah di Kota Bandung tidak bisa diangkut karena ditutupnya jalan masuk TPA Sarimukti (15/12). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung akan memasang perangkat global positioning sistem (GPS) pada 150 truk pengangkut sampah. Menurut Direktur Umum PD Kebersihan Gun Gun Saptari Hidayat, pemasangan ini dilakukan untuk memantau perjalanan truk-truk sampah dari Bandung menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

    "Dengan memanfaatkan GPS ini, kami dapat memantau pergerakan truk-truk sampah. Kami bisa memonitor langsung pergerakan truk sampah, berapa jam sampai ke TPA," kata Gun Gun di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Selasa, 29 Maret 2016. 

    Lebih lanjut Gun Gun menambahkan, dengan memanfaatkan GPS tersebut, PD Kebersihan bisa memantau kendala-kendala yang dihadapi truk pengangkut sampah selama perjalanan. Selain itu, dia mengklaim penggunaan teknologi ini mampu mengefisienkan waktu tempuh truk-truk sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) di Kota Bandung ke TPA Sarimukti.

    Selama ini, ujar dia, waktu tempuh truk-truk pengangkut sampah dari Kota Bandung ke TPA Sarimukti rata-rata 2,5 jam. Menurut dia, teknologi GPS nantinya bisa memberikan rute alternatif yang bisa dimanfaatkan agar perjalanan truk pengangkut sampah bisa lebih cepat.

    "Jadi GPS tracking ini bisa memberikan rekomendasi rute mana yang lebih efisien. Sebab, kalau sudah sampai, itu dapat terpantau di monitor. Data dari GPS ini bisa jadi skenario operasional yang baru. Intinya, ini bentuk efisiensi dan efektivitas rute," ujarnya.

    Gun Gun memastikan tidak ada penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dalam pengadaan GPS tersebut. Menurut dia, biaya pemasangan GPS ini berasal dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari salah satu perusahaan telekomunikasi. "Bulan April ini sudah mulai jalan," ucapnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.