Kasus Unair, KPK Geledah PT Pembangunan Perumahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Penelitian Avian Influenza Research Center A-BSL 3, di kampus C Universitas Airlangga Surabaya. TEMPO/Fully Syafi

    Gedung Penelitian Avian Influenza Research Center A-BSL 3, di kampus C Universitas Airlangga Surabaya. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor PT Pembangunan Perumahan di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 29 Maret 2016. Penggeledahan itu dilakukan untuk mencari alat bukti dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga, Surabaya.

    Dari pantauan Tempo sekitar pukul 09.45, tak kurang dari 15 penyidik KPK memasuki kantor perusahaan pelat merah yang berada di kompleks Ruko Juanda Bussines Center itu.

    Dalam penggeledahan tersebut, KPK dikawal enam polisi bersenjata lengkap. Sampai berita ini diturunkan, penggeledahan masih berlangsung.

    Proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Unair dimenangi PT Pembangunan Perumahan dengan nilai Rp 550 miliar. Proyek tersebut rampung digarap pada 2010.

    Namun, saat diresmikan, proyek itu masih memerlukan biaya tambahan sebesar Rp 120 miliar. Di Unair, ada proyek yang dimenangi perusahaan milik bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin.

    Senin, 28 Maret 2016, tim penyidik KPK juga menggeledah kantor Pemuda Pancasila Jawa Timur, yang ketua umumnya di La Nyalla Mattalitti. Namun, saat diperiksa KPK setahun silam, La Nyalla menyanggah pemeriksaan KPK ini ada hubungannya dengan Nazar.

    La Nyalla membantah bahwa PT Airlangga Tama Nusantara Sakti, perusahaan yang dipimpin istrinya, Muchmudah, menjadi rekanan PT Pembangunan Perumahan.

    NUR HADI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.