Proyek Hambalang Boleh Dilanjutkan, Menpora Apresiasi KPK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan wisma atlet yang terbengkalai hingga ditumbuhi ilalang di Desa Hambalang, Bogor, 19 Maret 2016. Kini, nasib proyek wisma atlet yang berdiri di lahan seluas 33 hektar ini masih menunggu keputusan pemerintah dan pemeriksaan kondisi tanah. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Bangunan wisma atlet yang terbengkalai hingga ditumbuhi ilalang di Desa Hambalang, Bogor, 19 Maret 2016. Kini, nasib proyek wisma atlet yang berdiri di lahan seluas 33 hektar ini masih menunggu keputusan pemerintah dan pemeriksaan kondisi tanah. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memberi izin kepada pemerintah untuk melanjutkan proyek Pusat Pelatihan Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang di Sentul, Jawa Barat. "Ini artinya sejak dulu KPK tidak pernah menyita fisik proyek, tapi hanya berkas-berkasnya saja," kata Imam kepada Tempo, Selasa, 29 Maret 2016.

    Imam menyatakan akan menyampaikan lampu hijau proyek Hambalang dalam Rapat Terbatas Kabinet Kerja, Rabu, 30 Maret 2016. "Sebenarnya saat Pak Taufiequrachman Ruki menjadi Pjs KPK, kami pernah mendapat surat persetujuan untuk melanjutkan proyek Hambalang," ungkapnya. 

    Imam berharap kajian mendalam juga dilakukan kementerian atau lembaga terkait. "Hal ini agar setidak-tidaknya mulai bulan ini sudah kita siapkan perencanaannya dengan baik."

    Baca Juga: Ketika Jokowi Sedih Melihat Proyek Hambalang Mangkrak

    Saat ditanya kenapa Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak memberi respons saat Taufiequrachman Ruki memberi lampu hijau, Iman menjelaskan, saat itu anggaran dan kebijakannya belum direncanakan dengan baik. "Belum ada pembahasan detail, baik di tingkat kementerian maupun dengan Komisi X DPR," Imam berujar. 

    Sebelumnya Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan KPK mengizinkan pemerintah melanjutkan proyek Hambalang yang sempat mangkrak seusai diselewengkan. "KPK menerima sementara hasil kajian yang, menurut kesan kami, secara teknis bisa dilanjutkan," katanya melalui pesan pendek, Senin, 28 Maret 2016.

    Saut menyatakan dukungannya kepada pemerintah untuk melanjutkan pembangunan. Namun persetujuan itu dengan beberapa rekomendasi antara lain evaluasi total dari awal teknis, manajemen, serta time table pekerjaan. "Ini agar KPK bisa mengikuti jadwalnya supaya tidak menimbulkan masalah baru," ucapnya.

    Presiden Joko Widodo sempat berkunjung ke proyek Pusat Pelatihan Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang. Ia meninjau langsung kondisi sejumlah proyek pembangunan yang mangkrak setelah pembangunannya diguncang korupsi.

    Baca: KPK Persilakan Kemenpora Lanjutkan Proyek Hambalang

    "Sedih saya melihat aset negara di proyek Hambalang cukup lama mangkrak," kata Joko Widodo dalam akun Facebook-nya, Jumat, 18 Maret 2016. Kunjungan Presiden ini berlangsung pada pagi hari.

    Jokowi melukiskan pantauannya di lokasi proyek itu. Alang-alang sudah tumbuh tinggi. Peralatan-peralatan gedung juga tergeletak begitu saja. 

    Jokowi menegaskan, pemerintah akan segera mengambil keputusan secepatnya soal proyek itu. Sebab, proyek bangunan tersebut sudah menghabiskan uang rakyat triliunan rupiah. "Aset negara harus segera diselamatkan," ujarnya.

    JOBPIE|SETIAWAN|MAYA AYU PUSPITASARI|ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?