Setya Novanto Bicara Soal Bom Lahore  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto keluar ruangan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus rekaman PT Freeport Indonesia di Kejaksaan Agung, Jakarta, 4 Februari 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto keluar ruangan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus rekaman PT Freeport Indonesia di Kejaksaan Agung, Jakarta, 4 Februari 2016. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto menyampaikan duka cita atas insiden bom bunuh diri di Taman Gulshan-e-Iqbal, Lahore, Pakistan pada Ahad, 27 Maret 2016 waktu setempat, yang menewaskan sedikitnya 65 orang. “Bentuk terorisme ini sebenarnya ditujukan kepada seluruh masyarakat dunia,” ujarnya lewat keterangan tertulis, Senin, 28 Maret 2016.

    Menurut Setya, bom bunuh diri yang banyak menewaskan anak-anak dan wanita tersebut amat sadis dan di luar batas nilai kemanusiaan. “Serangan itu sekaligus menunjukkan aksi terorisme masih ada dan terus mengancam kehidupan masyarakat.”

    Setya melanjutkan, perbuatan yang sudah diklaim dilakukan oleh Jamaat-ul Ahrar, sebuah faksi kelompok Taliban, ini tak bisa diterima dengan alasan apa pun. “Masyarakat dunia tentu mengecam perbuatan keji ini. Dan apa pun alasannya, kekerasan bukanlah solusi penyelesaian masalah. Kekerasan tak pernah jadi pilihan sebuah agama untuk menjalankan ajaran dan mencapai misi.”

    Setya menyatakan dukungan terhadap upaya aparat internasional memerangi terorisme. “Memang diperlukan usaha ekstra,” ujarnya. 

    Dia pun mengimbau masyarakat tak mengaitkan aksi kekerasan dengan sentimen keagamaan, yang menurut dia harus terarah pada kehidupan yang damai dan harmoni.

    Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan tak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban. Juru bicara Kementerian, Arrmanatha Nasir, menyebutkan laporan korban nihil tersebut datang dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Islamabad, Ibu Kota Pakistan.

    “KBRI Islamabad terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan dan rumah sakit di Lahore untuk memperoleh informasi lebih jauh mengenai kemungkinan WNI yang menjadi korban,” kata Arrmanatha, Senin, 28 Maret 2016. 

    KBRI telah mengimbau WNI di Pakistan, khususnya di Lahore, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi. Saat ini, jumlah WNI yang berada di Pakistan berjumlah 920 orang, dengan 752 di Islamabad dan 168 di Karachi.

    Insiden tersebut terjadi saat perayaan Paskah di Kota Lahore, Minggu, pukul 20.00 waktu setempat atau pukul 22.00 WIB. Taman Gulshan-e-Iqbal kabarnya digunakan umat Kristiani setempat untuk beribadah. Nyatanya, mayoritas korban adalah umat muslim.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.