Aher Ingin Gunakan Stadion GBLA Jadi Lokasi Pembukaan PON

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pesta kembang api saat pembukaan PON XVIII di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, (11/9). Perhelatan bidang olahraga empat tahunan itu berlangsung 9-20 September 2012. ANTARA/Fachrozi Amri

    Suasana pesta kembang api saat pembukaan PON XVIII di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, (11/9). Perhelatan bidang olahraga empat tahunan itu berlangsung 9-20 September 2012. ANTARA/Fachrozi Amri

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, terbuka peluang pelaksanaan seremoni pembukaan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 digelar di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung. “Dengan catatan kita masih menunggu perbaikan dan persetujuan KONI,” kata dia di Bandung, Senin, 28 Maret 2016.

    Aher, sapaan Ahmad Heryawan mengatakan, sejak awal ditunjuk menjadi tuan rumah ajang PON XIX, pemerintah provinsi menginginkan lokasi upacara pembukaan dan penutupan ajang itu berlangsung di GBLA. Rencana itu dibatalkan dan lokasi seremoni diputuskan dipindahkan ke Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung. “Sekarang SK masih Jalak Harupat,” kata dia.

    Menurut Aher, pembicaraan bersama Waliktoa Bandung Ridwan Kamil dalam rapat hari ini di Gedung Sate menyepakati untuk membuka peluang merevisi keputusan itu asalkan perbaikan GBLA bisa tuntas sebelum Juli ini. “Perbaikan masih tanggung jawab kontraktor, yaitu PT Adhi Karya, dan mudah-mudaha bisa dimulai April samai Juli. Kalau selesai, tuntas, kita akan segera lapor ke KONI mudah-mudahan bisa dipakai untuk ‘opening-cermony’ PON,” kata dia.

    Aher mengatakan, pengerjaan perbaikan masih menunggu persetujuan Bareskrim Mabes Polri untuk menyepakati MC0 (Mutual Check 0), yakni kesepakatan mengenai bagian pengerjaan perbaikan yang akan dilaksanakan di GBLA. “Ketika sudah disepakati, maka perbaikan akan segera dilakukan,” kata dia.

    Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Jawa Barat Bambang Riyanto mengatakan, dokumen MC0 itu sudah disepakati bersama antara kontraktor pembangunan GBLA dengan tim ahli Bareskrim Mabes Polri. “Itu pemetaan awal dari situasi sekarang yang disepakati bersama dan disetujui apa saj ayang perlu diperbaiki,” kata dia di Bandung, Senin, 28 Maret 2016.

    Bambang menunjukkan berita acara kesepakatan dokumen MC0 pada 26 Februari 2016 lalu. Daftar MC0 untuk memulai pekerjaan perbaikan itu sudah disepakati antara PT Adhi Karya, PT Penta Rekayasa, PT Indah Karya bersama tim ahli Bareskrim Mabes Polri. Daftar perbaikan itu meliputi pekerjaan arsitektural, struktural, mekanikal eketfik, atap kendang, landscape, serta lapangan bola.

    Menurut Bambang, pengerjaan perbaikan itu diperkirakan memakan waktu tiga bulan dengan pembiayaan seluruhnya ditanggung kontraktor. Perkiraan biaya perbaikan stadion GBLA itu berkisar Rp 50 miliar. “Untuk perbaikan, ditanggung Adhi Karya semua,” kata dia.

    Sebelumnya, Kepala Bareskrim Polri, yang kala itu dipimpin Komisaris Jenderal Budi Waseso, beberapa kali mendatangi Stadion GBLA di Gedebage, yang terletak di ujung timur Kota Bandung. Budi menyatakan stadion tersebut belum layak digunakan pada event besar karena hasil penyidikan tim ahli mengatakan ada sejumlah kerusakan di sejumlah titik bangunan stadion.

    Kasus dugaan korupsi Stadion GLBA mengemuka setelah Kepolisian RI menetapkan salah satu pejabat Pemerintah Kota Bandung sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan stadion itu. Stadion yang memakan biaya sebesar Rp 1,1 triliun tersebut diduga mengalami gagal konstruksi setelah ditemukan beberapa titik mengalami ambles.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?