Cuaca Buruk, Pendapatan Ikan Nelayan Lamongan Turun Drastis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nelayan. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ilustrasi nelayan. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Nelayan di Kecamatan Brondong dan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mengaku tangkapan ikan cenderung turun dalam satu bulan terakhir. Data di Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia  Cabang Lamongan menyebutkan terjadi penurunan produksi ikan di beberapa tempat pelelangan di  Brondong dan Paciran.

    Di Brondong dari yang semula tangkapan ikan 160 ton per harinya  turun menjadi 90 ton. ”Turun drastis,” ujar Ketua Himpunan Nelayan Lamongan Agus Mulyono kepada Tempo, Senin, 28 Maret 2016.

    Agus menambahkan penurunan produksi ikan juga terjadi di tempat pelelangan ikan Kranji,  Paciran. “Turunnya antara 40 hingga 50 persen,” imbuh pria yang juga Kepala Desa Kandang Semangkon, Paciran.

    Menurutnya  penyebab turunnya produksi ikan karena beberapa hal. Di antaranya karena cuaca buruk  dalam tiga pekan terakhir ini. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat para nelayan yang rata-rata menggunakan perahu tradisional takut turun melaut.

    Selain itu, lanjut Agus Mulyono, pembatasan perahu dogol dan perahu payang alias pukat tarik yang dilarang pemerintah juga membuat nelayan kebingungan. Nelayan terpaksa menggunakan perahu tradisional  seadanya. “Jadi, produksinya jelas turun."

    Padahal sesuai pendataan Himpunan Nelayan Lamongan, jumlah perahu di perairan  Paciran dan Brondong sekitar 6.300 buah dengan jumlah nelayan sekitar 15 ribu orang.

    Sedangkan ukuran perahu berbahan baku kayu jati, kayu mahoni, dan kayu Kalimantan bervariasi. Yaitu, dari lebar 4 meter dan panjang 10 meter hingga lebar 7 meter dan panjang 12 meter. Jika ombak besar, perahu tradisional itu hanya berada di pinggiran laut.

    Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Lamongan Sugeng Widodo mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima bantuan kapal dari pemerintah pusat. Dinas Perikanan dan Kelautan Lamongan juga telah memaparkan potensi laut dan juga perikanan di pinggir laut yang cukup besar. ”Belum ada bantuan kapal,” ujarnya.

    Data di Dinas Perikanan dan Kelautan Lamongan menyebutkan, produksi ikan budidaya sebanyak 46.604,9 ton per tahun. Sedangkan ikan tangkapan laut sebanyak 72.345 ton per tahun dan tangkapan perairan umum sebanyak 2.964,5 ton per tahun. Jumlah total produksi 121.915,4 ton per tahun untuk data  2015.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.