Ridwan Kamil Minta Tiap Hari Ada 200 Berita Soal Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dalam konferensi pers terkait beredarnya informasi dirinya yang menampar sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Kang Emil mengatakan hanya memegang dagu seorang sopir. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dalam konferensi pers terkait beredarnya informasi dirinya yang menampar sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Kang Emil mengatakan hanya memegang dagu seorang sopir. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COJakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bandung bisa menjalin hubungan lebih dekat dengan wartawan dan lebih memanfaatkan teknologi informasi.

    "Kuasai informasi. Kepada para pejabat, jangan jadi pejabat yang gaptek," kata Ridwan Kamil di Hotel Grand Royal Panghegar di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin, 28 Maret 2016.

    Selain itu, Ridwan Kamil meminta para pejabat lebih sering memberitakan kinerja-kinerja dan pelayanan masyarakat yang sudah dilakukan, baik lewat media sosial maupun media massa. "Saya minta upload itu supaya content news-nya juga bukan acara rapat, acara-acara lain, tapi justru kegiatan-kegiatan," ujarnya.

    Selain itu, Ridwan Kamil meminta agar para pejabat dinas tidak mengandalkan humas untuk menjadi narasumber dalam urusan pemberitaan. Orang nomor satu di Kota Bandung ini meminta para pejabat tidak sulit dihubungi oleh wartawan agar pemberitaan tentang Kota Bandung bisa lebih banyak.

    "Jangan jadi pejabat yang tidak punya data, sehingga kalau ditanya wartawan enggak bisa jawab. Akibatnya, media menuliskan satu pihak tanpa data-data dari pejabat yang ditanyakan," tuturnya.

    Ridwan Kamil menargetkan, dalam satu hari, ada 200 pemberitaan tentang Kota Bandung, baik lewat media massa maupun media sosial. "Total 200 berita per hari. Kami berharap di Bandung urusan media benar-benar kondusif. Data mudah didapat, hubungan dengan wartawan dan media juga baik, kemudian pejabat melek informasi," ucapnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.