Naskah Ujian Nasional 2016 Mulai Didistribusikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan tiga jenis ujian nasional (UN) pada tahun 2016 ini. Doc/kemdikbud.go.id KOMUNIKA ONLINE

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan tiga jenis ujian nasional (UN) pada tahun 2016 ini. Doc/kemdikbud.go.id KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.COJakarta - Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam mengatakan persiapan ujian nasional 2016 sudah hampir tuntas. Soal ujian untuk SMA dan SMP, yang pelaksanaannya mulai 4 April mendatang, sudah didistribusikan. "Saat ini soal ujian nasional sampai di tingkat provinsi," katanya di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin, 28 Maret 2016.

    Menurut Nizam, waktu distribusi naskah ujian dari provinsi ke setiap kabupaten/kota berbeda-beda. Hal itu disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah. Ada beberapa daerah yang lebih suka pengirimannya mendekati hari pelaksanaan ujian nasional. Alasannya, di lokasi mereka tidak ada tempat penyimpanan soal. "Pengiriman tergantung masing-masing daerah. Untuk daerah yang sulit medannya, kami kirim sejak dua pekan lalu," ujarnya. 

    Untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK), Nizam mengatakan, distribusi dilakukan tiga hari sebelum pelaksanaan ujian nasional. "Bahkan untuk UNBK di DKI Jakarta pengiriman baru dilakukan H-1," tuturnya. 

    Ujian nasional 2016 diikuti 7,6 juta siswa tingkat SMP dan SMA. Dari jumlah itu, terdapat 927 ribu siswa yang mengikuti ujian nasional berbasis komputer. Jumlah itu naik dari 107 ribu siswa yang mengikuti ujian berbasis komputer tahun lalu. Jumlah sekolah berbasis komputer pun naik dari 554 sekolah tahun lalu menjadi 4.402 sekolah tahun ini.

    Tahun ini, ujian nasional tingkat SMA berlangsung pada 4-6 April. Untuk SMK/sederajat dilaksanakan pada 4-7 April 2016. Untuk tingkat SMP, ujian diselenggarakan pada 9-12 Mei 2016, sedangkan paket B dilaksanakan pada 9-11 Mei 2016.

    Nizam mengimbau para siswa tidak mencari cara untuk berbuat curang. Peserta ujian harus percaya pada hasil belajarnya. Nizam mengingatkan tahun ini akan ada indeks integritas yang menilai tingkat kejujuran sekolahnya. "Harus budayakan kerja keras. Kalau tidak, nanti hanya akan jadi generasi pecundang," tuturnya.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?