Begini Rancangan Masjid Terapung di Bandung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dalam konferensi pers terkait beredarnya informasi dirinya yang menampar sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Kang Emil mengatakan hanya memegang dagu seorang sopir. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dalam konferensi pers terkait beredarnya informasi dirinya yang menampar sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Kang Emil mengatakan hanya memegang dagu seorang sopir. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menggelar rapat dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Senin, 28 Maret 2016. Rapat tersebut membahas proyek pembangunan masjid terapung Provinsi Jawa Barat, yang bakal berdiri di daerah Gedebage, Kota Bandung. 

    Ridwan Kamil mengatakan pembangunan masjid terapung Gedebage dimulai pada Agustus 2016. "Rencana groundbreaking Masjid Raya Jawa Barat itu 19 Agustus 2016," kata Ridwan Kamil, Senin siang.

    Ridwan Kamil menjelaskan, pembangunan masjid terapung milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat didului dengan pembangunan danau raksasa penampung banjir Bandung timur. 

    "Total lahan yang dibebaskan 21 hektare. Badan air 10 hektare dengan kedalaman 3 meter," tuturnya.

    Ridwan Kamil mengatakan danau tersebut akan mampu menampung air banjir yang kerap terjadi di wilayah Gedebage dan sekitarnya sebanyak 30 ribu meter kubik. "Air banjirnya nanti dikonversi menjadi sumber air minum," ucapnya. 

    Ridwan Kamil mengaku dialah yang merancang masjid terapung Gedebage. Masjid Raya baru tersebut nantinya mampu menampung tidak kurang dari 50 ribu jemaah dengan beberapa fasilitas modern yang bisa menunjang kegiatan keagamaan. 

    "Ukuran masjidnya 99 x 99 meter. Di dalamnya ada fasilitas perpustakaan, Museum Nabi Muhammad, dan Museum Asmaul Husna. Percetakan Al Quran dan fasilitas untuk pesantren kilat (juga ada)," tuturnya.

    Sesuai dengan kesepakatan, Masjid Raya Gedebage, yang diprediksi selesai pada 2017, akan diberi nama Al Jabbar. Sesuai dengan namanya, sebagai perancang, Ridwan Kamil akan memasukkan konsep matematika dalam ornamen-ornamen masjid. 

    "Saya gunakan konsep matematika. Jadi ada rumus-rumus matematika sebagai estetika. Susah lah kalau diterangkan. Pak Gubernur mengusulkan namanya Al Jabbar. Al Jabbar itu artinya kan matematika, sekaligus Jabbar maksudnya Jawa Barat," ucapnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.