Kota dan Kabupaten Bandung Jajaki Patungan APBD  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali kota Bandung, Ridwan Kamil berfoto bersama saat menghadiri acara Creativity Day 'Soul of Bandung' di Galeri Indonesia WOW, SMESCO, Jakarta, 28 Februari 2016. TEMPO/Larissa Huda

    Wali kota Bandung, Ridwan Kamil berfoto bersama saat menghadiri acara Creativity Day 'Soul of Bandung' di Galeri Indonesia WOW, SMESCO, Jakarta, 28 Februari 2016. TEMPO/Larissa Huda

    TEMPO.COBandung - Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Kabupaten Bandung akan bekerja sama antarwilayah. Rencana itu muncul setelah Bupati Bandung Dadang Naser mengunjungi Rumah Dinas Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Minggu, 27 Maret 2016 malam kemarin.

    "Kami mau bikin kesepakatan kerja sama antara Kota dan Kabupaten," kata Ridwan Kamil di Hotel Grand Royal Panghegar di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin, 28 Maret 2016.

    Emil, panggilan Ridwan Kamil, menjelaskan, ada lima aspek yang akan dikerjasamakan. Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Bandung akan menjalin kerja sama pariwisata, pendidikan, perdagangan, serta perbatasan.

    Bukan tidak mungkin Pemerintah Kota dan Kabupaten Bandung akan patungan anggaran pendapatan dan belanja daerah dalam kerja sama antarwilayah itu. "Persentasenya belum dibicarakan,” ujar Emil. Kesepakatan akan dilakukan dalam waktu dua pekan. Kedua pemerintahan akan proaktif menjalin hubungan lebih harmonis dan produktif.

    Hal lain yang akan digarap bersama adalah masalah banjir yang kerap terjadi di perbatasan kedua wilayah. Salah satunya adalah sampah. “Kami membahas perbatasan-perbatasan air. Ada 14 titik."

    Banjir, kata Emil, bukan hanya terjadi di Kabupaten Bandung akibat sampah dari Kota Bandung. Namun di Kota Bandung juga sering terjadi banjir akibat penataan sungai yang kurang baik di Kabupaten Bandung. Ia mencontohkan, di Cibaduyut, Gedebage, salurannya lebar di Kota Bandung, tapi menyempit di Kabupaten. “Banjirnya balik ke kami (Kota Bandung). Nah, ini akan kami selesaikan."

    Emil berharap, kerja sama tidak hanya terjalin di antara kepala daerah, tapi juga antarcamat. “Enggak usah Wali Kota-Bupati teleponan." 

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.