Waspada Flu Burung, Menkes Minta Warga Jaga Lingkungan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan, Nila Moeloek. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Kesehatan, Nila Moeloek. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengimbau agar masyarakat terus mewaspadai flu burung. Menurut dia, pencegahan utama yang perlu dilaksanakan masyarakat, yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan unggas yang positif flu burung.

    "Pengendalian flu ini sangat ditentukan oleh peran dan dukungan seluruh masyarakat terutama dalam tindakan pencegahan," ujarnya di Hotel Manhattan, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 28 Maret 2016.

    Nila juga meminta masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan berperilaku hidup bersih dan sehat. Kepada masyarakat yang memelihara unggas, dia meminta untuk selalu memperhatikan kebersihan kandang. Sebab, penyebaran flu burung biasanya lewat fesesnya.

    Kementerian Kesehatan terus memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk menekan penyebaran flu burung. Tak hanya itu, Kementerian juga telah menyiagakan beberapa rumah sakit khusus bagi masyarakat yang terdiagnosis flu H5N1 ini. Beruntung, kata Nila, hingga saat ini belum ada warga yang terjangkit flu burung.

    Sebelumnya, kasus flu burung ditemukan di permukiman pemulung di daerah Cilandak, Jakarta Selatan. Beberapa entok mati secara mendadak pada 16 Maret lalu. Sejak saat itu, Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencari warga sekitar yang sakit. Hasil pemantauan sementara tidak ditemukan kasus flu burung yang menjangkit manusia di wilayah sekitar.

    Tak hanya di Jakarta, wabah flu burung juga terjadi di 17 kabupaten/kota di tujuh provinsi, yakni, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Sulawesi Selatan, dan Jakarta.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.