Peserta Kongres Muslimat NU Kembali Dukung Khofifah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Khofifah Indar Parawansa diperkirakan bakal kembali memimpin Muslimat Nahdatul Ulama periode 2006-2011. Dalam pemandangan umum semua wilayah menerima laporan pertanggungjawaban Khofifah, dan 29 dari 31 wilayah itu menyebut namanya sebagai calon ketua organisasi tersebut. “Berdasarkan pandangan umum dari utusan-utusan yang ada, 98 persen atau 29, dari 31 Dewan Pimpinan Wilayah Muslimat NU se-Indonesia, mendukung Ibu Khofifah,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Barat Ella Muhamad, ketika dihubungi Tempo, Jumat (31/3) malam. Kongres berlangsung di Asrama Haji Batam, Kepulauan Riau. Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu dianggap berhasil membawa organisasi ini mempunyai peran yang luas di internal NU hingga ke dunia. “Salah satu yang menarik perhatian peserta, Khofifah ingin agar RUU Anti Pornografi segera disahkan. Ini sangat sesuai dengan keinginan sebagian besar peserta kongres,” papar Ella. Calon lain yang sempat digadang adalah Ketua Induk Koperasi Annisa Lili Wahidin. Namun adik kandung Ketua Dewan Syuro PKB Abudurrahman Wahid itu tersandung persyaratan dalam tata tertib kongres. “Dia hanya pimpinan salah satu perangkat pendukung organisasi. padahal untuk menjadi ketua umum harus pernah menjadi pengurus harian pimpinan Muslimat NU,” ujar Ella. Saat ini, para peserta kongres tengah melakukan rapat-rapat komisi. Pemilihan ketua umum digelar setelah rapat pleno yang mebahas rekomendasi komisi, atau sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam tata tertib kongres, bakal calon ketua umum harus didukung minimal oleh 99 suara untuk dicalonkan pada putaran kedua. “Tapi jika dalam putaran pertama, yang meraih 99 suara hanya satu orang, maka langsung aklamasi,” ujarnya. Raden Rachmadi

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara