Jokowi: Muslimat NU Benteng Paham Radikal dan Narkoba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim mengikuti Istighosah Nahdlatul Ulama (NU) di Masjid Istiqlal, Jakarta, 14 Juni 2015. ANTARA FOTO

    Umat Muslim mengikuti Istighosah Nahdlatul Ulama (NU) di Masjid Istiqlal, Jakarta, 14 Juni 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan peran Muslimat NU akan semakin meningkat di masa depan. Ini disebabkan dakwah Muslimat NU adalah dakwah dengan perbuatan atau bil hal, bukan hanya dakwah lisan atau bil lisan.

    "Dengan dakwah perbuatan itu, saya yakin jumlah majelis taklim, jumlah lembaga pendidikan, jumlah lembaga sosial dan kesehatan, serta jumlah koperasi primer Muslimat NU akan semakin meningkat di masa depan," kata Jokowi dalam siaran persnya, Sabtu, 26 Maret 2016. Jokowi mengatakan itu saat menghadiri Harlah ke-70 Muslimat NU di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur.

    Dengan dakwah perbuatan itu, kata Jokowi, kewaspadaan Muslimat NU akan semakin meningkat. Muslimat NU juga akan mampu menyiapkan filter dan menanamkan ajaran agama sejak dini kepada anak-anak. "Sehingga mereka mampu membentengi diri dari pengaruh paham radikal dan narkoba yang menjadi ancaman kita semuanya," kata Jokowi.

    Dalam acara tersebut, Jokowi menyaksikan deklarasi dan Ikrar Laskar Anti-Narkoba Muslimat NU oleh Ketua Umum Pimpinan Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua PW Muslimat NU Provinsi Jawa Timur Masruroh Wahid, Ketua PW Muslimat NU Provinsi Riau Dinawati, Ketua PW Muslimat NU Sulawesi Selatan Andi Majda dan Relawan Anti Narkoba Ivan. Jokowi memuji langkah yang dilakukan Muslimat NU.

    "Alhamdulilah urusan narkoba tadi di hadapan kita sudah dideklarasikan laskar antinarkoba dari Muslimat NU. Ini sebuah reaksi yang cepat dalam menghadapi perubahan zaman," kata Jokowi.

    Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia sedang dalam darurat narkoba dimana setiap hari 30 sampai 50 anak-anak menjadi korban meninggal karena narkoba. "Sekali lagi saya ingin mengapresiasi apa yang sudah dideklarasikan Laskar Anti-Narkoba Muslimat NU," kata Jokowi.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?