Konservasi Kawasan Hulu Solusi Banjir Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tukang perahu membawa penumpang melewati Jalan Kampung Cijagra, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dengan perahu saat banjir sungai Citarum merendam perkampungan, 16 Maret 2016. Dalam seharinya, tukang perahu bisa meraup pendapatan hingga Rp 100.000. TEMPO/Prima Mulia

    Tukang perahu membawa penumpang melewati Jalan Kampung Cijagra, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dengan perahu saat banjir sungai Citarum merendam perkampungan, 16 Maret 2016. Dalam seharinya, tukang perahu bisa meraup pendapatan hingga Rp 100.000. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Cikampek- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bercerita tentang banjir yang melanda provinsinya, terutama yang terjadi di Kota Bandung. Aher, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa untuk mengatasi banjir di Bandung yang harus dilakukan adalah melakukan konservasi di kawasan hulu.

    "Itu membutuhkan dana sebesar Rp 1.6 triliun," kata Aher saat memberikan sambutan di acara gerakan penanaman 10 ribu pohon di tol Jakarta-Cikampek di kilometer 59 tol tersebut, Sabtu, 26 Maret 2016.

    Aher melanjutkan konservasi sudah dilakukan di wilayah hulu, maka saat turun ke wilayah yang lebih rendah masalahnya lebih sederhana, yaitu perilaku manusia. Baik individu yang membuang limbah rumah tangga ke sungai, ataupun pabrik yang membuang limbahnya ke sungai.

    Menurut Aher, pemerintah harus bisa menghentikan pabrik-pabrik yang berjejer di sepanjang aliran sungai Citarum yang terus membuang limbah ke sungai. Selain itu, limbah rumah tangga dan ternak yang juga ada di sepanjang aliran sungai Citarum juga harus dibersihkan.

    "Apabila limbah rumah tangga, sampah, dan pabrik selesai, maka sungai juga akan bersih," ucapnya.Ia menuturkan persoalan air bersih di Bandung dan Jakarta tidak terlepas dari lingkungan. Ketika sumber air cukup tetapi air bersih kurang, di sanalah timbul masalah.

    Bahkan ia menyebutkan bahwa masyarakat yang bisa menikmati akses ke air bersih hanya 65 persen, dan sisanya belum bisa menikmatinya. Aher juga menduga bahwa mungkin saja penyakit-penyakit yang dialami masyarakat dan ditangani oleh BPJS Kesehatan, disebabkan oleh air yang kurang bersih.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?