Militer Tuduh GAM Beraksi di Sumatra Utara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Medan:Banyak titik rawan di Medan yang dimanfaatkan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Kelompokini juga ditengarai terlibat penjualan gelap senjata api, serta melakukan provokasi sejumlah wilayah Sumatra Utara. "Kegiatan di perairan Langkat, Pulau Kampai, kawasan tapal kuda, Pangkalan Susu dan Pangkalan Berandan, merupakan ulah GAM. Informasi awal kegiatan GAM disana, kami beritahukan ke polisi. Tapi, mereka masih sering berkeliaran disana melakukan penjarahan dan perampokan," ungkap Kolonel Infrantri Iwan Prilianto, Asisten Intelijen Kodam I/Bukit Barisan, Kamis (10/1). Iwan menjelaskan, aparat militer telah melakukan deteksi dini terhadap pasar gelap senjata di kawasan Medan. Kodam Bukit Barisan juga menurunkan tim khusus, diantaranya berasal dari Aceh. "Enam anggota kami terpaksa masuk markas kembali karena miss-communication dengan polisi. Padahal, seorang anggota kami, Ramli, sempat mendapat 6 pucuk senjata. Tapi, polisi salah tangkap. Terpaksa kami masukkan kembali ke markas. Nah, di Belawan sudah rawan senjata ilegal,” lanjutnya. Pihak militer juga yakin terjadi provokasi GAM terhadap wilayah Langkat untuk memproklamirkan Deli Merdeka. "Ini pola penyusupan dan pengembangan GAM agar mendapat simpati dan ada pengakuan warga Melayu," katanya. Begitu pula dengan temuan bahan peledak 90 kilogram di perairan Belawan tempo hari. Intelijen Kodam Bukit Barisan menengarai sebagai bagian dari bahan peledak yang hilang dari ExxonMobil, Lhokseumawe, Aceh. Kodam Bukit Barisan telah melancarkan aksi tertutup dengan sandi Operasi Imbangan. Tujuannya, mencegah sekaligus menangkal penyusupan GAM ke Sumatra Utara, utamanya mengawasi peredaran senjata ilegal. "Operasi ini agar Sumatra Utara aman. Siapa salah, akan kami babat. Saya siap dengan resiko," katanya bersemangat. Minggu ini, satuan intelijen Kodam Bukit Barisan akan akan melakukan operasi tertutup di beberapa titik rawan di Medan, yang dicurigai sarang beroperasinya GAM. Iwan juga menegaskan, beberapa bulan terakhir, kawasan Aceh Barat dan Banda Aceh sering terjadi perkosaan terhadap wanita. "Kami tidak menyatakan semua anggota TNI baik. Tapi, dari 20 surat, menginformasikan, GAM pelaku perkosaan. Mereka minta Rp 50 juta untuk tebusan wanita yang disandera," katanya menunjukkan surat. (Bambang Soed – Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.