Libur Panjang, Lalu Lintas Merayap di Jalan Pantura Jawa Tengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik terjebak kemacetan saat melintasi kawasan Kluwut, Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah, 15 Juli 2015. Dua hari jelang Lebaran (H-2). arus mudik dari Jakarta ke Pantura Brebes-Tegal semakin meningkat. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kendaraan pemudik terjebak kemacetan saat melintasi kawasan Kluwut, Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah, 15 Juli 2015. Dua hari jelang Lebaran (H-2). arus mudik dari Jakarta ke Pantura Brebes-Tegal semakin meningkat. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Brebes - Ribuan kendaraan yang didominasi mobil pribadi mulai memadati jalan raya di jalur Pantai Utara Jawa wilayah Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, Jumat, 25 Maret 2016. Dari pantauan, ribuan kendaraan dari arah Jakarta menuju kota-kota di Jawa Tengah bergerak merayap. Terjadi antrean di pintu keluar tol Pejagan sepanjang 2 kilometer.

    Kepadatan juga terjadi di sepanjang jalan Pantura di Kecamatan Bulakamba, Brebes. Kendaraan mengular sepanjang 5 kilometer akibat padatnya aktivitas pasar pada pagi hari.

    Salah seorang pengendara, Mardi, 30 tahun, mengaku mengalami kemacetan sejak di Jalan Tol Cikampek. Waktu tempuh Jakarta-Brebes yang biasanya lima jam kini harus ditempuh 12 jam. "Di Cikampek sudah macet," katanya.

    Lonjakan volume kendaraan juga terjadi di sepanjang jalur Brebes-Tegal. Jumlah kendaraan yang melintas dari arah barat meningkat dibanding hari biasanya. Namun tak separah di Pejagan. Sebab, konsentrasi arus lalu lintas sudah terpecah ke arah Purwokerto.

    Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Brebes Ajun Komisaris Arfan Zulkan Sipayung menuturkan peningkatan arus lalu lintas akan terus terjadi hingga Jumat siang. Pihaknya sudah mengerahkan 150 personel untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.