Bandung Lautan Api, Emil: Tak Ada yang Seheroik Kota Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pelajar mengikuti pawai obor Peringatan Bandung Lautan Api di Bandung, Jawa Barat, 23 Maret 2016. Bandung Lautan Api yang terjadi pada 24 Maret 1946 merupakan peristiwa perjuangan rakyat Bandung melawan penjajah dengan membumihanguskan seluruh bangunan di Kota Bandung. ANTARA/Agus Bebeng

    Sejumlah pelajar mengikuti pawai obor Peringatan Bandung Lautan Api di Bandung, Jawa Barat, 23 Maret 2016. Bandung Lautan Api yang terjadi pada 24 Maret 1946 merupakan peristiwa perjuangan rakyat Bandung melawan penjajah dengan membumihanguskan seluruh bangunan di Kota Bandung. ANTARA/Agus Bebeng

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bandung H Ridwan Kamil alias Kang Emil menyemangati para pemuda yang mengikuti pawai memperingati peristiwa heroik Bandung Lautan Api 1946. "Tidak ada dalam sejarah RI, kota yang masyarakatnya rela bekorban membakar rumah demi kesatuan Republik Indonesia," kata Emil menggambarkan peristiwa heroik itu.

    "Pengorbanan orang tua kita harus kita teladani, harus kita contoh di era pembangunan saat ini," kata Wali Kota Bandung H Ridwan Kamil saat menyambut peserta pawai obor itu.

    Lima ribuan muda-mudi Bandung dari berbagai sekolah dan organisasi kepemudaan mengikuti pawai obor memperingati peristiwa heroik Bandung Lautan Api yang diperingati setiap 24 Maret, menyusuri sejumlah jalan protokol di Kota Kembang, Rabu malam, 24 Maret 2016.

    Para peserta lengkap dengan atribut khas para pejuang mengikuti acara kirab obor itu berangkat dari monumen Bandung Lautan Api dan finish di Balai Kota Bandung.

    Siswa SMP, SMA dan SMK dari Kota Kembang itu sangat antusias meski hujan rintik mengguyur sepanjang perjalanan pawai tersebut. Semua siswa bersorak riang saat pembawa acara menyebutkan sekolah asal mereka.

    Acara penyambutan dimulai pukul 20.07, ketika Marching Band memimpin rombongan pelajar se-Bandung itu. Setelah itu mereka berbaris di lapangan untuk menantikan Wali Kota Bandung memberikan pidato dan menyalakan obor simbolik.

    "Malam ini Allah memberikan anugerah berupa hujan rintik yang menandakan kesejukan hati dan berkah. Bagi orang beriman hujan adalah berkah yang harus kita syukuri, kita nikmati," kata Emil.

    Dalam pidatonya, Emil juga mengharapkan peserta yang mengikuti kegiatan itu mendapat kesehatan, kecerdasan, jadi generasi yang beriman dan beramal soleh. Ridwan Kamil juga memberikan nasihat-nasihat positif dengan bahasanya yang khas dan dapat diterima generasi muda.

    Atraksi tarian api yang hadir setelah upacara, menambah meriah dan cukup menghibur, dilanjutkan dengan tayangan film dokumenter Bandung Lautan Api yang menutup pawai obor peringatan peristiwa monumental ini.

    Emil mengatakan generasi baru harus mencontoh pengorbanan pendahulu RI. Perjuangan dalam bentuk baru, dalam era baru.

    "Untuk generasi baru negara membutuhkan secara sederhana apabila menemukan sampah ambil, ada orang yang kecelakaan tolong, jangan di foto terus laporan, coba teladani jiwa-jiwa pengorbanan luar biasa bukan hanya mengurus diri sendiri," kata Wali Kota Bandung itu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.