Penumpang Minim, Bandara Trunojoyo Sumenep Berbenah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perluasan bandara. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Ilustrasi perluasan bandara. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COSumenep - Kementerian Perhubungan tetap mengembangkan Bandara Trunojoyo di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur meski penumpang di bandara itu tergolong sedikit.

    Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Wahyu Siswoyo menjelaskan, pada 2016, dikucurkan anggaran senilai Rp 33,7 miliar. Menurut Wahyu, anggaran itu antara lain digunakan untuk mengoptimalkan fungsi landasan pacu atau runway dengan cara menambah panjang dan lebarnya. Dari total anggaran Rp 33,7 miliar itu, sebanyak Rp 25,9 miliar untuk penataan runway.

    Wahyu menjelaskan, runway yang saat ini panjangnya 1.130 meter ditambah menjadi 1.600 meter. Begitu pula lebarnya, dari semula 23 meter menjadi 30 meter. Selain penataan runway, dilakukan pembangunan apron atau tempat parkir pesawat terbang, dengan anggaran Rp 7,8 miliar. “Proyek pengembangan runway dan apron sudah mulai dilaksanakan," kata Wahyu, Kamis, 24 Maret 2016.

    Wahyu menjelaskan, pengembangan Bandara Trunojoyo ditargetkan akan rampung pada November mendatang, sehingga pada 2017 sudah bisa disinggahi pesawat komersial, seperti jenis ATR 72 berkapasitas 70 penumpang.

    Wahyu mengakui, sejak dioperasikan Mei 2015, jumlah penumpang rute Sumenep-Surabaya dan sebaliknya rata-rata hanya 50 persen dari 15 kursi yang tersedia. "Kalah dibanding rute Surabaya-Bawean atau Surabaya-Karimunjawa," ujarnya.

    Wahyu mengatakan penerbangan yang melayani rute perintis Surabaya-Bawean, Surabaya-Karimunjawa, dan Karimunjawa-Semarang selalu terisi penuh.

    Rute Surabaya-Bawean bahkan jumlah penumpangnya berkisar antara 100 hingga 125 persen. Sedangkan rute Surabaya-Karimunjawa, dan Karimunjawa-Semarang rata-rata 80 persen.

    Wahyu menjelaskan, mulai Januari 2016, penerbangan perintis di Bandara Trunojoyo dilayani PT Airfast Indonesia, yang menggunakan pesawat terbang jenis Twin Otter DHAC 300 berkapasitas 15 penumpang. Airfast menggantikan maskapai Susi Air yang menghentikan operasinya akibat sepi penumpang. "Kami berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep mau membantu mendongkrak jumlah penumpang," ucapnya.

    Penerbangan melalui Bandara Trunojoyo dilakukan dua kali dalam sepekan, yaitu setiap Selasa dan Kamis untuk rute Sumenep-Surabaya. Harga tiket Rp 249.700 per orang. Sedangkan untuk rute Surabaya-Sumenep setiap Rabu dan Jumat dengan harga tiket Rp 307.700 per orang.

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.