Indonesia-Belanda Tingkatkan Kerja Sama Maritim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi (kanan), mengantar Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders usai pertemuan di Gedung Pancasila, Jakarta, 24 Maret 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi (kanan), mengantar Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders usai pertemuan di Gedung Pancasila, Jakarta, 24 Maret 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kerja sama dengan Belanda. Setelah menggelar pertemuan Bali Regional Ministerial Conference pada dua hari lalu, menteri luar negeri kedua negara bertemu kembali di Jakarta.

    Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan Belanda merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia. Ada banyak sektor kerja sama yang sudah berjalan saat ini. Beberapa di antaranya ialah perkebunan, pendidikan, dan produk olahan makanan. Namun ada dua sektor yang menjadi isu utama dalam kerja sama bilateral ini.

    "Isu prioritas sekarang adalah tentang manajemen maritim," ucap Menteri Retno di Kemenlu, Jakarta, Kamis, 24 Maret 2016.

    Menurut dia, kerja sama dalam hal manajemen perairan atau maritim akan diselaraskan dengan program-program pembangunan infrastruktur pemerintah. Isu penting kedua adalah mengenai pendidikan.

    Kemenlu mencatat nilai perdagangan Indonesia-Belanda pada 2015 mencapai US$ 4,22 miliar. Turun bila dibandingkan dengan nilai perdagangan pada 2014 yang mencapai US$ 4,89 miliar. Sementara investasi Belanda di Indonesia pada 2015 menyentuh angka US$ 1,31 miliar dengan total 421 proyek. Pada 2014 total investasi Belanda sebesar US$ 1,73 miliar yang tersebar di 181 proyek.

    Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders mengatakan Indonesia punya peran penting di forum internasional. Selain bagian dari anggota G-20, peran Indonesia juga amat strategis di wilayah Asia Tenggara. "Bagi kami Indonesia termasuk mitra dagang terbesar," ucap Koenders.

    Koenders melihat ke depan kerja sama tidak hanya seputar ekonomi atau perdagangan semata. Di tengah gencarnya serangan terorisme, tidak menutup kemungkinan akan dibuka kerja sama di bidang keamanan. Menurut dia, dalam hal terorisme, Indonesia juga termasuk ke dalam korban. "Ini tanggung jawab kita untuk melawan terorisme," ucapnya.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?